Edisi 06-04-2017
Tinjau UN, Wagubsu Masuk Ruangan


TEBINGTINGGI – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dua hari sebelumnya relatif bersih dari pelanggaran tercoreng pada hari ketiga dengan kehadiran Wagubsu Nurhazijah Marpaung di ruang kelas ujian.

Kemarin, Wagubsu melakukan kunjungan kerja ke Kota Tebingtinggi sekaligus meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sejumlah SMK di kota itu. Peninjauan dimulai dari SMK Negeri 2 Jalan Gunung Lauser, lalu SMK Taman Siswa Jalan Deblot Sundoro, SMK YPD Jalan KL Yos Sudarso dan SMK Al Washliyah di Jalan 13 Desember Kota Tebingtinggi.

Gubsu didampingi Penjabat (Pj) Wali Kota Tebingtinggi H Zulkarnain. Padahal, BadanStandar Nasional Pendidikan (BSNP) telah melarang semua pejabat, mulai tingkat nasional hingga daerah, seperti gubernur, bupati, dan wali kota, masuk ruang kelas ketika UN berlangsung. Dalam kesempatan itu, Wagubsu menyampaikan harapannya agar pelaksanaan UNBK SMK tahun ini berjalan dengan baik tanpa ada kendala.

Diakuinya masih ada beberapa kekurangan prasarana seperti keterbatasan alat perangkat komputer dan penyediaan internet, tetapi itutidakmenjadipenghalang.“Ke depan, pelaksanaan UNBK ini akan lebih diperbaiki,” katanya. Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online, khususnya di Kota Tebingtinggi untuk tingkat SMK dan SMA Negeri tahun ini, di mana belum semua sekolah memiliki perangkat internet. Wagubsu mengatakan, akan tetap dilaksanakan.

“Tetap kami berlakukan PPDB online, sesuai dengan ketentuan yang ada,” ujarnya. Pj Wali Kota Tebingtinggi H Zulkarnain juga berharap pelaksanaan UNBK tingkat SMK dan SMA sederajat ke depan berjalan dengan baik dan kelulusan peserta didik di Kota Tebingtinggi bisa 100 %. Sementara Ketua Mu-syawarah Kerja Kepala SMK se-Kota Tebingtinggi, Eri Susanto, menyebutkan, sekolah yang melaksanakan UNBK di kota itu ada sebanyak 16 sekolah, namun enam sekolah harus menggelar UNBK di sekolah lain.

Hal ini dikarenakan kekurangan perangkat komputer maupun jaringan internet untuk menggelar UNBK. “Pelaksanaan UNBK untuk tingkat SMK di Kota Tebingtinggi diikuti oleh 1.981 siswa dari 16 sekolah, terdiri atas empat SMK negeri dan 12 SMK swasta. Ujian mulai 3-6 April 2017,” katanya. Untuk menyiasati adanya SMK yang tidak memiliki perangkat komputer dan jaringan internet, pihaknya membuat jadwal ujian secara bergantian dari pagi sampai sore.

perayudi syahputra



Berita Lainnya...