Edisi 21-04-2017
Pertahanan Terbaik


BARCELONA– Juventus menunjukkan bahwa pertahanan merekalah yang terbaik di Liga Champions musim ini. Terbukti, ketebalan tembok Si Nyonya Tua membuat Barcelona gagal mengulang keajaiban yang pernah mereka lakukan di Camp Nou.

Tak ada keajaiban kedua dalam perjalanan Barca di Liga Champions musim ini. Di depan 100.000 pe non - ton yang hadir di Camp Nou, klub Katalan itu harus tersingkir dengan agregat 0-3 setelah gagal menjebol gawang Juve pada leg kedua per empat fi nal yang berakhir 0-0 dini hari kemarin. Kisah suk ses Blaugrana membalikkan kekalahan 0-4 de ngan pesta kemenangan 6-1 kontra Paris Saint-Ger main (PSG) pada babak 16 besar tak terjadi lagi. Kukuhnya benteng Juve gagal ditembus trio MSN (Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar) milik Barca. Sukses ini menjadi pembalasan kekalahan 1-3 jawara Italia itu pada final turnamen ini edisi 2014/2015.

“Tak kebobolan satu gol pun dalam dua laga melawan Barcelona mengatakan banyak hal soal level taktik tim ini. Mereka punya lebih banyak peluang di Turin ketimbang kali ini. Tim bertahan dengan sangat solid,” tutur Pelatih Juve Massimiliano Allegri, dikutip AFP . Juve akan bergabung dengan juara bertahan Real Madrid, Atletico Madrid, dan AS Monaco da lam undian semifinal hari ini. Dari empat semi finalis itu, pasukan Allegri menjadi tim yang paling sedikit kebobolan, hanya dua kali dalam 10 laga.

Sosok kiper senior Gianluigi Buffon tak bisa dilepaskan dari solidnya pertahanan Juve. Kini, Buffon bisa berharap melengkapi kariernya dengan titel Liga Champions musim ini, titel yang belum pernah diraihnya. “Masih ada tiga laga lagi, tiga pertandingan de ngan standar yang sangat tinggi. Ada ke se im bangan hebat di antara keempat tim yang masih berkompetisi meraih trofi ini,” ucap kiper berusia 39 tahun itu, kepada situs resmi UEFA.

Di pihak lain, para pemain Barca tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Striker asal Brasil Ney mar misalnya meneteskan air mata nya di pe luk an mantan pilar Barca Daniel Alves, kom pa triot nya yang kini berkostum Juve. “Secara keseluruhan mereka tim yang lebih baik dan layak melaju. Pelan-pelan kami mulai menciptakan peluang. Tapi, mereka membangun sebuah gunung (di pertahanan),” papar defender Barca Gerard Pique. Tampaknya Juve belajar dari kesalahan PSG pada babak 16 besar. Sejak peluit awal, klub berkostum Zebra itu langsung memberi tekanan ketat kepada para pemain tuan rumah. Alhasil, Messi dkk tak bisa nyaman memainkan penguasaan bola.

“Ini malam yang menyedihkan. Tapi, kami su dah berusaha dengan seluruh kemampuan kami. Kami tak bisa menemukan jalan menuju gol. Kami bermain sangat buruk pada laga pertama di Turin dan itu harus kami bayar,” tutur Nakhoda Barca Luis Enrique. “Tim ini tak pernah menyerah dan selalu ber juang untuk segala titel. Mereka tak pernah santai dan selalu menerima tantangan. Sangat me nye nang kan bisa bersama klub seperti ini,” lanjut Enrique, pelatih berusia 46 tahun yang akan lengser akhir musim ini. Enrique meminta pasukannya melupakan rasa sakit ini. Pasalnya, Barca sudah dihadapkan de ngan el clasico kontra Madrid pada lanjutan Pri mera Liga, Minggu (23/4).

Duel ini tak kalah pen ting karena menentukan langkah Blaugrana dalam pacuan juara. Saat ini, armada Enrique tertinggal tiga angka dari musuh bebuyutannya itu yang masih berada di puncak klasemen dan masih punya satu laga tabungan lebih banyak. “Jelas kami sakit tersingkir dari kompetisi ini. Tapi, kini kami harus kembali fokus menatap laga penting melawan pemuncak klasemen sekaligus rival utama kami. Kami harus siap bersaing dan saya yakin kami akan mampu melakukannya,” tandas Enrique, yang tak bisa menurunkan Neymar pada laga nanti.

Abdul haris

Berita Lainnya...