Edisi 21-04-2017
Tetap Underdog


MONACO– Sensasi Kylian Mbappe pada Liga Champions terus berlanjut. Performa apik penyerang berusia 18 tahun itu menjadi salah satu faktor penting keberhasilan AS Monaco melaju ke semifinal seusai menundukkan Borussia Dortmund 3-1 dini hari kemarin.

Pada laga yang berlangsung di Stade Louis II, Mbappe mengawali pesta lewat gol timnya pada menit ketiga. Kepercayaan diri Monaco pun makin meningkat. Terbukti, mereka menambah dua gol yang disumbangkan Radamel Falcao (17) dan Valere Germain (81). Sementara Dortmund memperkecil kedudukan berkat gol Marco Reus (48). Bagi Mbappe, keberhasilan membobol gawang Roman Burki menambah pundi-pundi golnya menjadi lima. Seperti dilansir Opta, gol itu membuatnya menjadi pemain termuda yang mampu mencetak lima gol sepanjang sejarah Liga Champions (18 tahun empat bulan).

Dua rekor lain juga berhasil diukir Mbappe. Dia menjadi pemain pertama yang mencetak gol pada empat penampilan pertamanya pada fase gugur Liga Champions. Pemain asal Prancis itu merupakan pemain keenam yang mencetak gol dalam empat kesempatan pertama menjadi starter pada Liga Champions setelah Diego Costa pada 2014. Kendati bangga dengan capaiannya sejauh ini, Mbappe memilih bersikap merendah. Dia mengungkapkan keahlian Pelatih Leonardo Jardim telah memberikan dampak yang besar terhadap penampilannya dan tim secara keseluruhan.

”Ini sudah menjadi musim yang luar biasa. Kami adalah sebuah tim yang mencoba menikmati setiap pertandingan. Kami tidak memberikan lawan (Dortmund) untuk menekan dan kami bermain seperti biasanya, sepak bola menyerang. Kami pun berhasil melaju ke semifinal. Saya hanya mencoba melakukan apa yang saya pahami dan sejauh ini berjalan baik,” kata Mbappe, dilansir Soccerway. Kemenangan pada legkedua itu memastikan Monaco lolos dengan agregat 6-3. Ini menjadi perjalanan terjauh tim berjuluk Les Rouges et Blancsitu pada Liga Champions sejak melaju ke final musim 2003/2004.

Mengenai kemungkinan akan bertemu lawan-lawan tangguh macam Juventus, Real Madrid, atau Atletico Madrid, Mbappe menegaskan bahwa timnya tidak gentar. Penyerang yang telah mengemas 22 gol dari 36 penampilan di semua kompetisi tersebut bertekad melibas siapa pun lawan untuk melicinkan jalan Monaco menuju babak final. ”Saya tidak peduli siapa yang akan menjadi lawan kami nanti. Pada babak semifinal hanya ada tim-tim terbaik dan kami tidak ingin menghindar dari mereka. Setelah semua yang telah dilewati, kami harus terus bekerja keras untuk meningkatkan performa,” ujarnya.

Sementara Jardim mengatakan, status Monaco pada semifinal adalah underdogdan itu menjadi sebuah keuntungan. Itu diharapkan bisa membuat pasukannya tampil lepas tanpa beban. ”Saya pikir semua lawan ingin bertemu kami pada semifinal. Namun, misi kami adalah menikmati pertandingan dan bermain menyerang seperti yang selalu kami lakukan,” papar dia. Di kubu tamu, kekalahan mengakhiri perjalanan Dortmund pada Liga Champions. Ini merupakan ketiga kalinya secara beruntun langkah Die Borussenterhenti pada perempat final. Pelatih Thomas Tuchel mengakui jika gol cepat Mbappe membuat jalannya pertandingan sedikit berbeda dan Dortmund lebih banyak tertekan. Secara sportif, dia menilai, Monaco tampil lebih baik dan layak menjadi pemenang.

”Gol cepat sedikit menghancurkan kepercayaan diri kami. Kami melakukan kesalahan saat melakukan umpan dan dalam hal penempatan posisi. Pada babak kedua kami mencoba bangkit, tapi semua itu belum cukup. Kami sebenarnya cukup solid dengan menempatkan tiga bek di belakang. Namun, pada Liga Champions, semua itu belum cukup,” pungkasnya.

Alimansyah

Berita Lainnya...