Edisi 21-04-2017
Jokowi Minta DIY Fokus Jasa-Kreatif


YOGYAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin secara khusus meminta Pemda DIY untuk fokus mengembangkan sektor industri yang ber basis nonsumber daya alam seperti industri jasa dan kreatif.

Hal ini dikarenakan DIY masuk kategori daerah yang ti - dak memiliki sumber daya alam berlimpah. Karena itu, ha rus fokus mengembang - kan industri yang tidak me - ngandalkan sumber daya alam. Daerah-daerah yang ka - ya sumber daya alam dimin - ta harus mulai bergerak dari se mata-mata mengandal - kan komoditas bahan mentah menjadi ke sektor industri pengolahan. “Saya yakin di masa yang akan datang sek tor industri jasa dan in - dus tri kreatif akan bisa meng hasilkan lompatan kemajuan bagi perekonomian dae rah.”

“Karena sektor ini le bih mengandalkan inovasi tek no - lo gi,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasio - nal dan program prioritas Pro - vinsi DIY di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin siang. Untuk itu, Presiden memin - ta Pemda DIY bisa lebih mem - be rikan perhatian khusus untuk pengembangan industri ja - sa, industri pariwisata, mau - pun industri kreatif yang ber - potensi sangat besar.

“Kunci keberhasilan dari pengem - bang an industri jasa, pariwisata, dan industri kreatif adalah pe gangan kita untuk me la ku - kan investasi pada penyiapan sumber daya manusia,” tutur Presiden seperti dikutip dari laman http://setkab.go.id . Selain itu, Presiden Jokowi menekankan pentingnya me - la ku kan investasi budaya serta memperkuat aksesibilitas. De - ngan demikian, DIY tidak ha - nya membangun infrastruktur fisik, tapi juga infrastruktur s o - sial serta budaya.

Rapat terbatas dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemari timan Luhut B Pandjaitan, Men - ses neg Pratikno, Seskab Pra - mo no Anung, Kepala Staf Ke - presidenan Teten Masduki, Men hub Budi K Sumadi, Men - teri PUPR Basuki Hadi mul jo - no, Menkominfo Rudiantara, Men teri ATR/Kepala BPN So - fyan Djalil, Mensos Khofifah In dar Parawansa, Mendikbud Mu hadjir Effendy, Menristek Dikti M Nasir, Menteri Pa ri wi - sa ta Arief Yahya, Menteri BUMN Rini Soemarno, Men - pe rin Airlangga Hartarto, Ke - pa la BKPM Thomas Lembong, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

Akses Bandara Masih Terhambat

Dari rapat terbatas tersebut terungkap bahwa pemerintah lewat Kementerian Perhu bung - an dan Kementerian Pe ker jaan Umum dan Peru mah an Rakyat (PUPR) berencana membangun jalan tol dan kereta api yang menghubungkan ban dara baru di Kabupaten Ku lonprogo, New Yogyakarta In ter national Air - port (NYIA), me nuju objek wi - sata Candi Bo ro budur. Tujuan utama diba ngunnya jalan tol dan kereta dari NYIA ke Candi Borobudur adalah mempermudah akses wisatawan. Sri Sultan mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya masih menentukan trase atau jalur yang menghubungkan keduanya.

“Ada beberapa materi yang belum selesai dari rencana pembangunan bandara internasional. Masa trasenya kereta api, jalur yang mau ke Bo ro bu - dur nya itu lewat mana? Lah saya berharap ini cepat diputus - kan,” ungkap Sri Sultan saat di - te mui di Istana Negara. Pemda DIY telah mengajukan beberapa opsi daerah yang bisa dibangun akses, ter - utama jalan tol dari NYIA me - nu ju Candi Borobudur.

Per ta - ma bisa melalui Sentolo atau Palemba Timur, opsi terak hirnya lewat Muntilan. Dari ketiga opsi tersebut yang paling mungkin melalui Muntilan. Sultan beralasan, ka l au melalui Sentolo dan Pa - lemba Timur harus melalui ka - w asan pegunungan. “Ini di te - ngah hanya pelebaran saja, ja - lan sudah ada. Ditingkatkan da ri jalan provinsi menjadi ja - lan negara. Itu tidak motong gunung gitu. Ya, nanti antara Ke - menhub dan PU akan berunding sendiri,” sebutnya.

Pada kesempatan tersebut Sri Sultan juga mengungkapkan, Bandara NYIA di Temon akan terhubung empat akses utama, yaitu jalan nasional Yog yakarta ke Karangnongko, Wates; Jalur Jalan Lintas Se - latan (JJLS); Jalan Daendels; dan menggunakan kereta api. Khusus JJLS nantinya akan melewati bawah terminal bandara. “Jadi ada 700 meter JJLS di atasnya itu ada terminal. Nah, ini tetap di situ, orang bisa masuk lewat bawah. Tapi saya minta cepat karena saya harus mindahin jalan,” harapnya.

muh iqbal marsyaf

Berita Lainnya...