Edisi 21-04-2017
Berkarier Tanpa Melupakan Kodrat


Salah satu manfaat perjuangan Kartini yang bisadirasakan kaum perempuan saat ini,adalah memiliki kesempatan berkarieryang sama. Baik itu perempuan maupun laki-laki memiliki peranan masingmasing yang tak dapat dipisahkan.

Tak terkecuali bagi Rektor Universitas IBA Palembang, Karlin Agustina. Penyetaraan gender antara perempuan dan laki-laki, tanpa melupakan kodratnya sebagai wanita. “Saat ini peluang untuk sukses dalam berbagai hal termasuk karier terbuka lebar bagi kita, kaum perempuan. Tetapi sosok ibu Kartini tetap tidak meninggalkan kodrat yang dimilikinya, sebagai wanita, seorang ibu ataupun istri,” terangnya.

Tak hanya itu, bagi rektor wanita yang telah memimpin dua periodeini, kaum wanita bisa menjadi apa saja termasuk menjadi pemimpin suatu peguruan tinggi atau rektor seperti dirinya. Kendati disibukkan dengan kegiatan di kampus, organisasi dan lain sebagainya, namun ia tetaplah memiliki kewajiban sebagai wanita seperti ibu rumah tangga lainnya.

“Secara peluang dan kesempatan bagi perempuan itu sama saja dengan laki-laki. Mungkin saja saat menjalankan tugas sebagai rektor berbagai kebijakan lebih menggunakan naluri perempuan dalam mengambil keputusan,” ungkapnya. Meskipun tidak memiliki perbedaan khusus dalam pengambilan kebijakan, ungkap Karlin,antara rektor laki-laki dan perempuan tetap ada yang beda.Terutama dalam masalah menentukan kebijakan dan keputusan saat memecahkan masalah di dalam kampus.

“Kalau perempuan itu naluri lembut dan banyak mempertimbangkan melalui perasaan. Walaupun demikian, tetap pada koridor dan aturan yang ada,sehingga wanita lebih tergolong simpel ketimbang laki-laki dalam mengambil kebijakan,” terangnya. Sebagai rektor wanita, terobosan untuk memajukan kampus tidak pernah berhenti. Dalam hal ini semua aspek terutama kebijakan untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Bagi Karlin, kualitas SDM menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Meskipun rektor perempuan kompetensi kualitas kelulusan tidak kalah dengan rektor di universitas lain yang dominan dipimpin laki-laki. ”Paling kita memberikan kemudahan bagi para mahasiswa, dosen yang sakit, hamil dan lain sebagainya. Perlakuan itu sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang mempunyai kodrat yang berbeda dari lakilaki,” pungkasnya.

KAREREK

Berita Lainnya...