Edisi 21-04-2017
Dua Tahanan Yang Kabur Dilumpuhkan


SURABAYA – Petugas Polrestabes Surabaya kembali menangkap dua dari tujuh tahanan yang kabur dari Mapolsek Tambaksari. Mereka berinisial SH, tersangka kasus narkoba warga Surabaya, dan BS, tersangka kasus pencurian dengan pemberatan yang juga warga Surabaya.

Polisi terpaksa melumpuhkan dua buronan ini dengan timah panas karena berusaha melarikan diri saat ditangkap. “Dua tahanan ini kita tangkap di dua lokasi yang berbeda tadi pagi (kemarin),” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Shilitonga kemarin. Dengan ditangkapnya dua orang tersebut, berarti sudah lima tahanan kabur yang berhasil ditangkap kembali.

Selain SH dan BS, tiga tahanan lainnya adalah R, warga Sidoarjo, tersangka kasus narkoba; F, warga Blitar, tersangka kasus penganiayaan; serta J, warga Surabaya. Totalnya ada tujuh tahanan yang kabur dari sel Polsek Tambaksari Surabaya pada Senin (17/4) dini hari. Mereka kabur dengan cara menjebol plafon yang kondisinya terlihat rapuh menggunakan sebuah balok kayu yang ditemukan di atap ruang sel tahanan Polsek Tambaksari.

“Tinggal dua yang masih kami buru, yaitu tahanan berinisial MS, warga Sampang, Madura, tersangka kasus pencurian dan pemberatan, serta Sa, warga Surabaya, tersangka kasus narkoba,” ungkap Shinto. Dia mengingatkan kedua tahanan yang belum tertangkap ini agar segera menyerahkan diri ke polsek terdekat. “Sebab, kami tidak segan untuk melakukan tindakan tegas kepada mereka,” tegasnya.

Shinto memastikan, para tahananyangkaburiniakan dikenai hukuman tambahan. “Kita jerat Pasal 170 KUHP karena merusak sel tahanan, denganancamanpidanapenjara 5 tahun enam bulan, selain kita jerat dengan masing-masing pasal pada kasus mereka sebelumnya,” ucapnya. Selain masih memburu dua tahanan yang kabur, Polrestabes Surabaya juga memeriksa lima petugaspiketsaat tujuhtahanan Polsek Tambaksari.

“Kelima anggota polisi ini yang bertugas piket pada saat tujuh tahanannya kabur sudah diperiksa pada Rabu lalu. Lima anggota yang diperiksa tersebut, terdiri atas 1 orang pawas (perwira pengawas), 1 provost, dan 3 anggota SPKT (sentral pelayanan kepolisian terpadu),” ujar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar. Menurut dia, penyidik Propam meminta keterangan dua tahanan lainnya yang tidak ikut kabur.

“Kami juga memeriksa secara intensif tahanan kabur yang berhasil kami tangkap lagi, termasuk dua tahanan kabur yang hari ini juga berhasil kami tangkap,” lanjut mantan Kasubbag Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini.

Terkait hasil pemeriksaan tersebut, Lily enggan mengungkap karena pihak Propam yang akan memberikan keterangan tersebut. “Kami hanya menyampaikan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan Reskrim. Untuk pemeriksaan oleh Propam, akan dilakukan tersendiri pihak Propam,” tegasnya.

rahmad tomy





Berita Lainnya...