Edisi 21-04-2017
Keluarga Itu Kewajiban, Karier Itu Kemajuan


Apa yang diperjuangkan RA Kartini agar kaumnya memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki sedikit banyak sudah tercapai saat ini. Sudah banyak kaum hawa yang memiliki posisi tinggi yang selama ini didominasi kaum adam.

Ni Wayan Ketut Widayana Sulandari salah satunya. Dia adalah salah satu dari beberapa polisi wanita yang menyandang pangkat perwira menengah. Bahkan, wanita berpangkat ajun komisaris besar polisi (AKBP) ini kini dipercaya menjadi orang nomor satu di jajaran Polres OKU. Jabatan yang biasanya dipegang oleh pria. Menurut dia, menjadi seorang polisi saja, bagi seorang wanita bukanlah hal yang mudah.

Sebab, mereka masih harus membagi waktu untuk mengurus suami dan anak. Apalagi memimpin institusi kepolisian. “Menjadi seorang anggota Polri sekaligus istri dan ibu bukanlah hal yang mudah, namun tidaklah berat karena memang sudah takdir wanita menjadi seorang ibu dan istri,” ujar Widayana yang memulai kariernya di kepolisian setelah mengikuti sekolah calon bintara (secaba) Polri angkatan 1984-1985.

Dia mengaku kadang agak sedikit kerepotan membagi dirinya untuk bersama anak dan suami. Namun karena tanggung jawab terhadap sumpahnya sebagai anggota Polri yang menjunjung tinggi tugasnya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, maka hal itu terus dijalaninya. “Kalau bagi waktu memang kadang repot, tapi syukurnya anak dan suami bisa mengerti, terutama suami yang juga seorang polisi pasti tahu tanggung jawab istrinya,” terangnya.

Sebagai seorang pimpinan dan juga wanita, dia sama sekali tak membeda-bedakan tugas. Dia juga mengaku tidak pernah bimbang dalam mengambil keputusan dalam tugasnya. “Meski saya wanita saya dituntut untuk tegas tanpa pandang bulu, yang namanya kejahatan ya lawannya kami polisi, jadi memang wajib kami memberantasnya tanpa ampun,” tutur wanita kelahiran Bali, 9 Januari 1964 ini.

Meski tegas di lapangan, ibu dari tiga anak ini juga tak melupakan tugasnya sebagai ibu. Dia selalu memberikan kelembutan layaknya kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. “Yakalau lagi tugas saya seorang polisi, nahpas di rumah sama anak dan suami saya tentunya berusaha jadi ibu dan istri yang baik buat mereka,” terangnya.

Menurut istri dari Kombes Pol Lamaji As ini emansipasi wanita baginya bukanlah hal sepele. Karena meskipun wanita kodratnya sebagai ibu dan istri, tidak menutup kesempatan wanita menjadi setara dengan lelaki dalam bidang apapun, terutama di era modern ini wanita dituntut untuk maju dan setara dengan pria. ”Emansipasi sudah lama diperjuangkan, wanita saat ini harus berpikir maju dalam semua bidang, keluarga itu kewajiban, karier itu kemajuan. Keduanya harus seimbang agar wanita Indonesia tidak tertinggal dengan bangsa lain,” ucapnya.

M MAHENDRA POETRA

Baturaja




Berita Lainnya...