Edisi 21-04-2017
Keluarga Rokayah Gugat Intervensi


GARUT – Keluarga Siti Rokayah, 83, menggugat intervensi (tussenkomst) dalam kasus gugatan Handoyo Adianto, sebesar Rp1,8 miliar. Gugatan ini terkait tanah milik Siti Rokayah yang dijadikan jaminan dalam utang piutang mertua dan menantu tersebut.

Proses persidangan itu awalnya memiliki agenda memintai keterangan saksi dari pihak tergugat. Namun agenda ini urung dilakukan, karena adanya gugatan intervensi. Kuasa hukum Siti Rokayah, Djohan Djauhari, menjelaskan, gugatan intervensi itu akan menjadikan pihak penggugat yakni Handoyo dan Yani sebagai tergugat.

“Sementara posisi Siti Rokayah dan Asep, tetap masih sebagai tergugat. Posisi ini jelas menguntungkan karena yang memberi kuasa masih keluarga Amih (panggilan akrab Siti Rokayah), kepada penggugat intervensi itu,” kata Djohan usai persidangan, kemarin. Pada persidangan pekan depan, lanjut Djohan, akan ada putusan sela dari majelis hakim terkait gugatan intervensi tersebut. Putusan itu akan menjawab apakah majelis hakim menerima gugatan intervensi ini atau tidak.

“Intervensi hanya menggugat perdata lagi ke Handoyo. Poinnya bahwa tanah yang dijadikan Handoyo adalah tanah milik keluarga. Jika dijadikan jaminan, ahli waris harus tanda tangan. Artinya, surat pengakuan utang dari Yani itu tidak sah,” jelasnya. Jika majelis hakim menyetujui gugatan intervensi, Djohan mengaku belum bisa memastikan apakah gugatan Yani beserta Handoyo suaminya itu akan gugur.

“Tapi gugatan intervensi itu akan membuka jawaban terkait rumah milik keluarga yang dipermasalahkan,” ucapnya. Sementara itu, Handoyo, selaku penggugat tetap akan menempuh jalur hukum terkait kasus utang piutang. Keputusan itu tetap dia ambil meski majelis hakim telah memberikan sarana untuk berdamai antara kedua belah pihak.

“Istri saya belum kuat mentalnya jadi tidak datang. Banyak intervensi jika datang ke persidangan,” kata Handoyo. Proses sidang rencananya akan kembali digelar pada Rabu (26/4) mendatang. Hakim Ketua Endratno Rajamai, kembali meminta agar kedua belah pihak, yakni penggugat satu dan dua, serta tergugat satu dan dua hadir di persidangan.

fani ferdiansyah



Berita Lainnya...