Edisi 21-04-2017
Kemesraan PKS-Gerinda Bisa Berlanjut di Jabar


BANDUNG – Kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta diyakini berdampak besar terhadap pencalonan Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018.

Meski belum ada keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan calon (paslon) 3 DKI Jakarta itu dipastikan menang. Partai pend u k u n g Anies-Sandi yakni PKS dan Gerindra juga bisa menjadi pasangan serasi selanjutnya dalam politik di Jabar. Ridwan Kamil akan menghadapi efek kemesaraan Gerindra-PKS jika kedua partai pemenang di DKI Jakarta itu berlanjut ke Jabar. Jika, koalisi ini terjadi di Jabar, diprediksi langkah Emil di ajang pesta demokrasi lima tahunan itu akan berat.

Saat ini, Emil menjadi satu-satunya sosok yang telah mendeklarasikan diri siap maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018, nanti. Emil mendapat dukungan dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) untuk maju sebagai calon gubernur. Direktur Eksekutif Indonesia Strategic Institute (Instrat) Jalu Pradhono Priambodo mengatakan, dukungan Partai NasDem tidak membawa dampak positif bagi Ridwan Kamil. Menurut dia, dari hasil survei terbaru, diperoleh kesimpulan bahwa masyarakat Jabar enggan menerima NasDem sebagai kendaraan politik Emil.

Selain NasDem, warga Jabar juga tak menghendaki Emil diusung PDIP disusul Hanura. Di lain sisi, secara psikologis, Gerindra-PKS pun kini sangat berat kalau harus menerima pria yang akrab disapa Emil itu. Apalagi, kemenangan Anies- Sandi di Pilkada DKI Jakarta telah memberikan kekuatan besar bagi duet parpol itu untuk menatap kemenangan di Pilgub Jabar 2018.

“Dukungan dari NasDem malah jadi momentum yang merugikan Emil,” ungkap Jalu di Bandung, kemarin. Dia menyebutkan, Partai NasDem yang diprediksi kuat akan berkoalisi dengan PDIP dalam pengusungan Emil pun dinilainya takkan mampu mendongkrak elektabilitas Emil. Terlebih, dalam beberapa pilkada, sosok-sosok yang dijagokan PDIP satu per satu tumbang.

Menurut dia, di level akar rumput (grassroot), kini sudah terbentuk sentimen negatif terhadap partai penguasa tersebut. Bila benar Emil jadi diusung PDIP, kata Jalu, akan berat pula bagi Emil untuk meraih kemenangan karena besarnya penolakan di level grassroot. “Jika berkaca pada pilkada di DKI, beban itu kini ada di PDIP, termasuk NasDem,” sebutnya.

Nama Emil Tak Terdaftar di Partai Gerindra

Terpisah, anggota Dewan Penasihat DPD Gerindra Jabar Radar Tri Baskoro memastikan, nama Ridwan Kamil tidak masuk dalam radar calon gubernur Jabar yang dijagokan Gerindra. Pasalnya, partai besutan Prabowo Subianto itu kadung kecewa dengan sikap politik suami Atalia Praratya tersebut. Dia menjelaskan, hal yang membuat partainya menutup pintu bagi Ridwan Kamil, yakni kesediaan Ridwan Kamil memenuhi syarat yang diminta NasDem, yakni memenangkan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

“Peluangnya sudah tertutup, beliau meminta dukungan Nasdem di mana syaratnya mendukung Jokowi jadi presiden,” tegas Radar, kemarin. Radar melanjutkan, koalisi Gerindra-PKS yang terbangun di Pilkada DKI Jakarta kemungkinan besar akan berlanjut di Pilgub Jabar 2018. Menurut dia, koalisi antara Gerindra-PKS di Pilgub Jabar 2018 baik jika dilanjutkan. Sebab, sistem politik di Indonesia kini membutuhkan koalisi yang permanen.

Dia juga memprediksi, format koalisi yang akan terbentuk pada Pilgub Jabar 2018 akan sama dengan format koalisi yang terbangun di Pilkada DKI Jakarta dimana terdiri dari tiga poros. “Poros pertama dipimpin Ibu Megawati, poros kedua oleh Pak Prabowo, dan poros ketiga dipimpin Pak SBY. Saya kira, tiga poros ini akan dikembangkan untuk Pilgub Jabar 2018 dan yang lain,” paparnya. Sementara itu, pengamat politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Firman Manan memprediksi, Ridwan Kamil akan menjadi sosok yang diusung PDIP.

Hal itu mengacu pada keputusan Ridwan Kamil yang telah merapat kepada NasDem. “Saya melihat peluangnya ada di Kang Emil (Ridwan Kamil). Maka, koalisi PDIP dan Nasdem akan tetap berlanjut di Pilgub Jabar nanti,” katanya. Namun, dengan kekalahan yang dialami PDIP di sejumlah pilkada, Firman meyakini, partai berlambang banteng moncong putih itu akan habis-habisan bertarung di Pilgub Jabar 2018. Menurutnya, kemenangan di Jabar menjadi sangat strategis bagi PDIP. “Saya kira PDIP akan all out di Jabar, apalagi PDIP juga sudah kalah di DKI dan Banten,” tandasnya.

Tak Terpengaruh Hasil Pilkada DKI

Ridwan Kamil tetap pada keputusannya untuk menjalin komunikasi dengan semua partai politik. Meskipun hasil quick count Pilgub DKI Jakarta menunjukkan kemenangan Anies-Sandi. Dia menyebutkan, tetap akan berkomunikasi dengan siapapun dan tidak terbatas dengan satu atau dua partai. “Politik itu dinamis. Jadi ya jalin komunikasi dengan siapapun. Setiap zaman itu punya dinamika sendiri-sendiri,” ungkapnya. Bahkan, lanjutnya, dia siap dengan kemungkinan terburuknya yaitu tidak lagi jadi pejabat.

Dan kembali menjadi profesional di bidang arsitek maupun dosen dan aktivitas lain di komunitas. “Yang penting bermanfaat di bidang itu. Atas dasar keikhlasan itu, saya mengikuti proses politik ini dengan ikhlas pula,” sebutnya. Sekali lagi dia menegaskan bahwa dia tidak menutup diri untuk berkomunikasi dengan partai manapun. Diapun menampik kalau kepergiannya kemarin ke Jakarta untuk bertemu dengan salah satu petinggi partai pengusung Anies-Sandi.

“Saya ke Jakarta mau ceramah dan ketemu pengusaha,” sambung dia. Emil mengakui kalau hasil Pilgub DKI Jakarta sedikit banyaknya akan berimbas pada kondisi perpolitikan di Jawa Barat. Karena menurutnya Tatar Pasundan merupakan terasnya DKI. Panasnya politik DKI, teori politik yang digunakannya akan berimbas ke Jabar. “Berpolitik itu seperti catur. Kita dituntut berkompetisi, jadi kita pun berstrategi.

Hari ini ada yang gak suka sampai ngancam-mengancam. Ah biasa yang begitu mah dihadapi aja. Yang penting mah pembangunan Bandung tahun depan genap lima tahun kepemimpinan saya bisa tuntas dengan baik. Tujuan saya kan jadi Wali Kota Bandung dan tuntas sampai lima tahun. Bahwa ada opportunity itu karena situasi,” paparnya.

agung bakti sarasa/ Fauzan





Berita Lainnya...