Edisi 21-04-2017
Kiriman Blangko E-KTP Masih Kurang


KULONPROGO – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo kembali mencetak kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), setelah blangko materialnya dikirim dari pemerintah pusat.

Namun blangko yang dikirim hanya sekitar 40% dari usulan yang diajukan. Sebelumnya pencetakan e-KTP sempat terhenti karena tidak adanya blangko. Kepala Disdukcapil Kulonprogo Djulistyo mengungkapkan, pihaknya mengajukan blangko e-KTP ke pusat sebanyak 9.989 lembar. Jumlah itu mendasarkan data perekaman yang sudah print ready record atau sudah siap cetak.

Di samping itu, juga untuk memenuhi pengajuan pindah penduduk, perekaman baru bagi pemula, dan penggantian karena rusak atau hilang. Namun dari usulan ini hanya dipenuhi sekitar 4.000 lembar. “Karena terbatas, blangko ini kami prioritaskan bagi yang sudah siap cetak,” ucap Djulistyo, kemarin. Bagi masyarakat yang ingin mencetak e-KTP bisa datang dan mengurusnya di Disdukcapil Kulonprogo. Pencetakan juga dilakukan di Kecamatan Galur dan Kalibawang.

Meski di kecamatan, mereka juga melayani warga di luar wilayah kecamatan. Sepanjang nama mereka sudah masuk dalam daftar siap cetak dan melakukan perekaman pada 2016. Dari data yang ada, jumlah formulir yang siap dicetak sekitar 3.700 lembar. Sisanya akan diprioritaskan untuk warga yang sifatnya mendesak dan darurat. Mereka ini tidak bisa dilayani dengan surat keterangan (Suket) dan harus dengan KTP.

Permohonan bisa dilakukan dengan pengajuan permohonan ke kecamatan. “Kalau memang butuh mendesak, seperti pekerja di luar daerah yang penggunaan e-KTP tinggi kami layani,” katanya. Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Dukcapil Kulonprogo, Sri Harningsih mengatakan, begitu blangko datang pihaknya langsung melakukan pencetakan. Dalam dua hari kemarin, sudah 700 lembar yang tercetak.

“Kami sampai lembur dan semoga tidak ada kendala,” ucap Sri. Dengan ketersediaan sekitar 4.000 blangko diharapkan bisa untuk memenuhi kebutuhan dalam sepuluh hari ke depan. Artinya pada awal Mei, sudah perlu lagi adanya droping blangko dari pemerintah pusat. Rencananya Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil, Kemendagri akan mendistribusikan lagi pekan ini. Salah seorang warga, Susanto mengaku sudah melakukan perekaman sekitar satu tahun lalu.

Sebelumnya dia ber- KTP Yogyakarta dan mutasi di Kulonprogo. “Baru ini dapat e- KTP, kemarin perekaman sudah sekitar satu tahun,” katanya. Sekadar informasi, jumlah penduduk Kulonprogo mencapai 446.895 jiwa. Mereka yang wajib punya e-KTP sebanyak 341.351 orang, sudah melakukan perekaman 329.391 orang, dan belum melakukan perekaman masih 11.960 orang lagi.

kuntadi

Berita Lainnya...