Edisi 21-04-2017
Gusti Moeng Dicecar Sekitar 50 Pertanyaan


SEMARANG – Pengageng Sasono Wilopo Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Solo) GKRa Wandasari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng kemarin akhirnya memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal umum (Ditreskrimum) Polda Jateng.

Gusti Moeng datang ke Mapolda Jateng dan diperiksa sebagai terlapor berstatus saksi dari dugaan adanya pemalsuan surat pemberian gelar atau kekancingan kebangsawanan Keraton Solo yang diduga palsu. Dengan mengenakan batik, Gusti Moeng tiba Markas Ditreskrimum Polda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, sekitar pukul 10.30 WIB.

Seusai mengisi daftar kehadiran, Gusti Moeng yang didampingi beberapa orang termasuk pengacara, memasuki ruang penyidik Subdirektorat II/ Harta Benda Bangunan Tanah Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Hingga selepas magrib, pemeriksaan terhadap Gusti Moeng belum selesai. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djarod Padakova, mengatakan panggilan kedua sudah dilayangkan.

“Memang untuk datang diperiksa pada Kamis ini,” ujar Djarod. Pemeriksaan ini sebagai saksi. Kendati demikian, Djarod mengatakan Gusti Moeng tak menutup kemungkinan bisa jadi tersangka jika memang didapati dua alat bukti yang cukup. Dia mengatakan total ada sekitar 20 saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan. Termasuk beberapa di antaranya saksi yang memperoleh gelar kebangsawanan.

“Gusti Moeng tadi diperiksa mulai sekitar pukul 10.00 WIB,” ucapnya. Pemeriksaan terhadap Gusti Moeng ini merupakan pertama kali sejak dilaporkan pada Senin (10/4) oleh kubu Paku Buwono XIII. Sebetulnya panggilan pertama dilayangkan untuk datang, Senin (17/4), namun Gusti Moeng mangkir panggilan dengan alasan sakit.

Kepala Subdit II/Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Jawa Tengah AKBP Djoko Tjahyono mengatakan ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepada Gusti Moeng. “Draf pertanyaannya 50 lebih, tadi sore baru 30-an pertanyaan,” kata Djoko saat ditemui di Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Penyidik juga telah melakukan serangkaian pemeriksaan saksi.

Seperti Rabu (10/4) lalu mengambil keterangan 8 saksi, termasuk KGPH Puger yang Dewan Adat diangkat sebagai Kondang atau Pelaksana Tugas Paku Buwono XIII. Dia diperiksa mulai pukul 09.00-17.00 dicecar 74 pertanyaan. Mencuatnya ada sejumlah dokumen alias surat kekancingan diduga palsu itu sesuai laporan dari pihak keraton yang menyebutkan sejak 2013 PakubuwonoXIIItidakpernahmemberikan gelar kepada siapa pun.

eka setiawan

Berita Lainnya...