Edisi 21-04-2017
PPDB SMA/SMK Terpusat di Jatim


SURABAYA – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA/SMK tahun pelajaran 2017/2018 dilakukan secara online. Untuk seleksi dilakukan terpusat di Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim.

Kepala Dindik Jatim Saiful Rachman menjelaskan, PPDB memang dilakukan terpusat, tapi tetap melibatkan operator dan tim sekolah masing-masing. Mereka dilibatkan untuk membantu pelaksanaan PPDB agar berjalan lancar. “Ini sudah eranya IT. Dengan PPDB online bisa lebih efektif dan efisien,” katanya. Menurut dia, meski PPDB dilakukan terpusat, tetap mengakomodasi berbagai hal. Sebab, masing-masing kabupaten/ kota punya kebijakan atau kearifan lokal dalam proses PPDB.

Dia menyebutkan, dalam PPDB harus mengakomodasi siswa kurang mampu. Kemudian jangan sampai ada sekolah yang tidak kebagian siswa. Ini sebagai upaya untuk menghilangkan pengotakan sekolah sehingga tidak ada sekolah favorit, sekolah pinggiran, dan lainnya. Untuk itu, pihaknya akan menerapkan standar yang diberikan untuk siswa harus sama.

Bahkan, lanjutnya, Gubernur Jatim Soekarwo mengharapkan sekolah-sekolah di Jatim berstandar internasional. Sekolah harus punya standar sama karena latar belakang guru sama dan seluruh sekolah juga menerima bantuan operasional sekolah (BOS) yang sama. PPDB tahun ini, lanjut Saiful, juga akan menerapkan Bidikmisi pada siswa jenjang SMA/SMK.

Bidikmisi ini diberikan kepada anak yang pandai, tapi dari sisi ekonominya kurang mampu. Terkait dengan kuota siswa antarkota, Saiful memberikan toleransi 10%. Jumlah tersebut diberikan untuk siswa SMP dari luar kota, tapi punya KK dalam kota dan siswa dalam kota yang ingin meneruskan ke luar kota. “Ada tiga wilayah yang cukup tinggi mobilitas siswanya, yakni Kota Malang, Sidoarjo, dan Surabaya,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait PPDB 2017 tingkat SD dan SMP, Sekretaris Dindik Kota Surabaya Aston Tambunan mengutarakan, PPDB dilakukan dengan beberapa cara, yaitu offline, semi-online, dan online . Untuk SD dilakukan dengan cara semionline di sekolah dengan dua jalur, yaitu umum dan mitra warga. Sementara untuk jenjang SMP, PPDB online dilakukan untuk jalur prestasi, jalur kawasan, dan jalur umum.

Untuk semionline dilakukan untuk jalur mitra warga dan offline untuk jalur inklusi. “Khusus untuk prestasi olahraga, selain melalui online nanti juga ada uji teknis yang melibatkan profesional olahragawan di bidangnya untuk menguji calon pendaftar,” katanya.

Aston menambahkan, untuk pendaftaran Jalur Prestasi dimulai 23-27 Mei, PPDB SD 29 Mei-2 Juni, Jalur Mitra Warga, Inklusi dan 1 Lokasi 30 Mei-3 Juni. Untuk SMP Kawasan 15- 16 Juni dan Jalur Umum dibuka pada 19-21 Juni. “PPDB tahun ini menganut empat asas, yakni objektivitas, transparansi, akuntabilitas, serta tidak diskriminatif,” katanya.

lutfi yuhandi

Berita Lainnya...