Edisi 21-04-2017
Pemkab Wacanakan Hunian Sementara


KULONPROGO – Pemkab Kulonprogo berharap ada alternatif penanganan warga terdampak bandara baru yang akan direlokasi. Jika usulan penambahan batas waktu pengosongan tidak dikabulkan, harus ada tempat penampungan sementara.

“Usulan perpanjangan belum dijawab secara formal. Kalau dari komunikasi informal, mereka cukup responsif,” ujar Penjabat Bupati Kulonprogo Budi Antono kemarin. Kantor Proyek Pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) masih butuh jawaban dari pusat. Termasuk mengonsultasikan dengan Kementerian Perhubungan untuk menentukan bisa tidaknya penambahan jadwal waktu.

Salah satunya penambahan waktu pengosongan yang bisa diterima. Untuk itulah pemkab bakal mengajukan alternatif lain berupa penyediaan hunian sementara. “Itu opsi terakhir yang harus disiapkan oleh Angkasa Pura I,” ujar Budi. Pemkab Kulonprogo terus mendorong dilakukan percepatan pembangunan hunian di tempat relokasi.

Rekompak selaku konsultan dan pendamping warga sudah diminta segera melaksanakan tugasnya. Warga juga diarahkan menyiapkan material pendukung. Tidak adanya kepastian penambahan waktu pengosongan lahan membuat warga resah.

Apalagi di lapangan juga beredar isu akan ada pencabutan meteran listrik oleh PLN. Warga tetap berharap pengosongan lahan dilakukan setelah ada relokasi. “Warga inginnya pindah rumah setelah rumah di relokasi jadi,” ujar Slamet, Kades Kebonrejo.

kuntadi

Berita Lainnya...