Edisi 21-04-2017
Pengadilan Tipikor Segera Sidangkan Sri Hartini


KLATEN – Berkas perkara Bupati Klaten nonaktif Sri Hartini diperkirakan selesai akhir bulan ini. Selanjutnya, berkas akan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Pengacara Bupati Klaten nonaktif Sri Hartini, Deddy Suwadi mengatakan, pemberkasan terus dikebut pekan ini agar 27-28 April bisa dilimpahkan ke JPU. “Hanya klarifikasi saksi saja, kan ini pemberkasan. Minggu depan sudah selesai semua. Rencana sebelum 30 April sudah dikirim ke Semarang. Jadi kira-kira 2-3 pekan kemudian baru disidangkan,” kata Deddy Suwardi saat dihubungi wartawan, kemarin.

Rencananya, Hartini juga akan menjadi saksi untuk persidangan Suramlan, mantan Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Klaten, pada awal Mei. Dalam persidangan Suramlan, Rabu (19/4), beberapa saksi menyebut Hartini sebagai inisiator “uang syukuran” dalam promosi jabatan di lingkup Pemkab Klaten. Deddyjustrumenudingaktor intelektual suap jabatan berada di Dinas Pendidikan (Disdik).

Sebab, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut paling gemuk dibandingkan OPD lainnya. Selain itu, posisi Sri Hartini sebagai kepala daerah baru dinilai belum memahami proses perubahan Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK). Sri Hartini baru menjabat 9,5 bulan sebagai Bupati Klaten. Sri Hartini dilantik pada 17 Februari 2016, dan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 30 Desember 2016.

“Dan yang kemarin menerangkan, baik si Dirno (Sudirno, Sekretaris Dinas Pendidikan) maupun Bambang (Bambang Teguh, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan) bahwa itu sudah ada tradisi. Sudah ada tradisi bahwa yang kemarinkemarin juga modelnya begitu. Mereka sempat sampaikan itu. Prinsipnya (Hartini) enggak menentukan. Justru orangorang lama (di Dinas Pendidikan) itu yang sangat memahami,” kata Deddy.

Juru bicara KPK Febri Diansyah membenarkan pemberkasan tersangka SHT (Sri Hartini) direncanakan rampung bulan ini. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terus dilakukan baik di Jakarta maupun Klaten. Satu saksi diperiksa di Kantor KPK Jakarta dan 16 saksi diperiksa di Klaten. “Hari ini (kemarin) masih pemeriksaan saksi di Jakarta dan daerah. Unsur saksi dari kepala sekolah, guru, karyawan Bank Jateng, dan tenaga pengaman rumah dinas Bupati.

Materi pemeriksaan secara keseluruhan adalah mengklarifikasi indikasi penerimaan suap oleh SHT terkait pengisian jabatan, dana aspirasi dan proyek di Dinas Pendidikan setempat,” kata Febri. Ada pun karyawan Bank Jateng ikut diperiksa KPK berkaitan dengan setoran yang diduga dilakukan Hartini pada sebuah perusahaan terkait dengan kasus yang sedang ditangani KPK.

endah budi karyati



Berita Lainnya...