Edisi 21-04-2017
Pengangguran Lulusan SMK-PT Masih Tinggi


PALEMBANG –Menteri Tena ga Kerja dan Transmigrasi (Me na - kertrans) RI, Hanif Dhakiri meng - akui saat ini pengang guran SMK dan perguruan tinggi meningkat. Hal itu dika renakan output pendidikan for mal masih terkendala kebutuhan pasar.

HalitudikatakanH a nif Dhakiri dalam acara Ra kor nas Apindodi Hotel Aston Palembang. Menurut dia, tidak pasnya kebutuhan pasar kerja dengan para lulusan SMK inilahyangmenjadipenyebabting - gi nyatingkatpengangguran. Dia mencontohkan, maha - sis wa lulusan peternakan na - mun bekerja di farmasi. Ak i - batnya, pasar pencari kerja untuk bidang farmasi pun ber - kurang.

Padahal, seharusnya merekrut sesuai bidangnya. "Saya tidak tahu persis da - tanya, tapi baru 37% yang nyambung antara output pendidikan formal dengan kebutuhan di pasar kerja, sisanya masih be - lum nyambung. Misalnya, lulu s an dari pertanian bekerja di perkebunan ini baru sesuai," jelasnya. Dia mengungkapkan, dalam era persaingan kerja peme rin - tah berupaya meningkatkan ke ahlian agar dapat menjadi tenaga kerja terdidik, yaitu peningkatan akses dari pela ti h an kerja termasuk pema gang an struktur.

"Dalam pema gangan struktur ini kami me l ibatkan sekitar 2.648 pe ru sa haan di mana setiap peru sahaan kami minta yang magang itu sekitar 100 orang,” te gasnya. Magang struktur ini berbe - da dengan magang biasa. Di mana untuk magang biasa itu hanya disuruh melakukan pe - ke r jaan ringan. Sedangkan magang struktur para pema - gang berbasis jabatan jadi pe - kerjaan yang dilakukan selama pemagangan itu sesuai dengan jabatannya.

"Misalnya, jika magang sebagai kasir, maka di peru sa haan tempat magangnya juga diletakkan sebagai kasir. Ke - mudian setelah selesai ma gang akandilakukanujikompetensidan sertifikasiprofesi,” terang nya. Dengan begitu kualitas angkatan kerja di Indonesia semakin menarik dan tentunya ini sebagai instrumen atau alat untuk masuk ke pasar kerja maupun wirausaha.

Saat ini pihaknya juga tengah menyam - paikan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar anggaran pendidikan yang selama ini 20% baik dari APBN maupun APBD itu direlo ka - sikan untuk pelatihan kerja. Seperti contoh, untuk SD dan SMP tentunya jika ingin meneruskan pendidikan for - mal itu tidak bisa lagi, sehingga harus diperkuat melalui pela - tihan kerja seperti di balai pelatihan dan lain sebagainya dengan begitu, lulusan SD dan SMP ini memiliki modal untuk ke pasar kerja maupun be r wi - rausaha.

“Untuk biaya angga - ran tentunya sangat besar. Tapi ini dibutuhkan komitmen da - hu lu dari semua pihak,” je - lasnya. Sementara ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Widodo mengatakan, untuk peningkatan kualitas tenaga kerja di Sumsel salah satunya dengan SMK. Yang diharapkan kelu a - ran SMK mampu bekerja dalam berbagai bidang industri.

“Se - lain mereka diharapkan ma m - pu menjadi tenaga kerja yang diandalkan, diharapkan pula para lulusan SMK dapat pula membuka lapangan kerja di masyarakat,”jelas Widodo. Dia mengungkapkan, dalam konsep kurikulum pendidikan berbasis kerja, para siswa SMK bukan hanya dididik untuk mampu meningkatkan kete - ram pi lan kerja dalam berbagai bidang industri.

Tetapi juga dididik untuk memiliki skill entrepreneurship atau kemam - puan berwirausaha. “Ini pen - ting, sebab semakin tingginya permintaan industri, maka akan lebih baik pula para lulu - san SMK mampu bersaing da - lam dunia industri dan per - dagangan,”kata dia.

muhammad uzair

Berita Lainnya...