Edisi 21-04-2017
Penyidik Langsung Telusuri Laman Metronews.tk


SLEMAN – Penyidik Subdit 1 Ditreskrimsus Polda DIY langsung melacak dan menelusuri laman metronews.tk yang dilaporkan Gubernur DIY Sri Sul - tan HB X karena dianggap me - nye barkan berita bohong alias hoax.

Kapolda DIY Brigjen Pol Ah - mad Dofiri kemarin menga ta - kan, tulisan yang dimuat sudah masuk kategori berita penyebab kebencian dan permu su h - an sehingga bisa meresahkan ma syarakat. Ini diatur dalam Undang-Undang (UU) No 11/ 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khu susnya Pasal 28. Pasal ini ti - dak mengatur adanya delik aduan. Namun untuk kasus yang dilaporkan oleh Raja Keraton Yog yakarta lebih pada Pasal 27. Yakni, pencemaran nama baik dan ini masuk dalam kategori de lik aduan.

Dengan begitu, pro ses penyelidikan yang dila - kukan sekarang mengarah pada dua pasat tersebut. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY Kombes Pol Gatot Agus Budi mengu ta ra - kan, untuk tindak lanjut lapor - an Sultan, penyidik belum bisa men jadwalkan menggali kete - rang an dari pelapor. Hal tersebut tidak terlepas dari kesibu - kan yang bersangkutan sebagai gubernur.

Hanya saja, lanjut dia, dalam per temuan sebelum melapor - kan secara tertulis di SPKT pada Ra bu (19/4) lalu, pelapor sudah memberikan laporan secara lisan. “Pelapor sudah membe ri - kan laporan lisan. Sementara ini ka rena kesibukan beliau ada di Ja karta. Kami akan meminta ke terangan setelah beliau pulang ke Yogyakarta. Namun saat ini penyidik sudah bergerak me - lakukan penelusuran,” ungkap Gatot Agus Budi.

Terpisah, pakar teknologi in formasi dari Universitas AMIKOM Yogyakarta Melwin Syafrizal mengatakan, dilihat dari fisik tampilan metronews.- tk, maka laman itu adalah sebuah blog pribadi. Dari tampilan yang muncul, blog dibuat oleh orang Indonesia karena mempergunakan bahasa Indonesia. Lebih lanjut dikatakan, de ngan teknologi bisa dila ku - kan pelacakan langsung terha - dap website tersebut. Untuk me ngetahui siapa pelakunya tidak membutuhkan waktu lama.

Hanya sering kali setiap blogger melakukan pendaftaran halamannya dengan user name anonym. Informasi lain yang dituliskan dalam proses registrasi biasanya bukan identitas asli. Ini disebabkan, sejak awal blog dibuat dengan tujuan menyebarkan berita palsu. “Blog-blog se perti ini biasanya tidak resmi. Me reka registrasi blog dengan iden titas yang palsu.

Namun de ngan teknologi yang ada, bisa di dapatkan basis data akhir se - perti IP yang digunakan untuk melakukan posting tulisan,” tuturnya. Melwin menjelaskan, aktivitas penulisan berita bohong bia - sa nya dimanfaatkan guna memperoleh rating. Dengan ra - ting tinggi yang didapatkan dari tingkat kunjungan, pemilik akun bisa memperoleh keuntungan melalui iklan-iklan yang ditayangkan di blog -nya.

Menanggapi hoax atas nama Sultan, Kepala Pusat Studi Fo - ren sika Digital Universitas Is - lam Indonesia (UII) Yudi Pra yu - di mengatakan, berita tersebut memang di-posting di sebuah website palsu. Adanya kemiripan antara situs palsu dengan asli bisa saja dilakukan dengan menggunakan teknik dalam dunia digital. “Teknik semacam itu dikenal dengan nama phising , yakni mengelabui pengguna dengan website yang mirip. Tujuannya men dapatkan data-data si peng guna.

Pada berita hoax ini, web phising digunakan untuk me ngelabui seolah-olah berita yang ditampilkan adalah berita resmi,” ungkap Yudi. Selain itu, top level domain dot tk pada website palsu adalah top level domain yang sifatnya gra - tis. Jadi siapa pun dapat dengan mudah mendaftarkan domain pada top level domain dot tk . Dikatakan Yudi, domain dot tk adalah sebuah domain yang me rujuk pada Pemerintah To - ke lau, yakni salah satu kepulau - an di wilayah Pasifik Selatan.

La - lu berdasarkan cek kemiripan konten, didapat angka 76% ke - mi ripan. Konten yang ditulis oleh Ferdiansyah itu sebenar - nya menyampaikan pendapat dari seseorang yang bernama Salim A Fillah tentang mengapa warga China tak mempunyai hak milik bangunan di daerah Yogyakarta. Dalam ceritanya tersebut ter ungkaplah tentang kisah me ngapa Sultan Hamengku Bo - wono IX mencabut hak kepemilikan tanah di Yogyakarta untuk mereka.

“Terlepas dari bagai - mana fakta sejarahnya, namun da lam konteks berita sebenarnya konten tersebut sifatnya adalah pendapat pribadi dari Salim A Fillah. Tulisan asli yang diunggah oleh Fer di an - syah ini juga berjumlah 419 kata, sementara tulisan yang diunggah Rosa Linda hanya ber - jumlah 191 kata. Namun ke mi - rip an dengan tulisan asli dari Fer diansyah mencapai angka 76%,” ungkap Yudi.

Permasalahan hoax pun mun cul karena konten yang di - tulis oleh Rosa Linda di situs palsu menggunakan gaya bahasa seolah-olah Sri Sultan Ha mang - ku Bowono X sendiri yang me - nyampaikan pendapat tersebut. Meski memang tidak termuat kalimat yang secara eks - pli sit menunjukkan pendapat dari Sri Sultan HB X, yang termuat adalah Sri Sultan Ha - meng ku Buwono serta Sri Sul - tan HB IX.

“Namun dengan ima ge yang ditampilkan adalah foto dari Sri Sultan Hamangku Bu wo no X, maka persepsi pembaca akan mengarah pada personal Sri Sultan HB X sebagai individu yang sedang menyatakan pendapatnya,” ungkapnya.

maha deva/ ratih keswara




Berita Lainnya...