Edisi 21-04-2017
Polisi Ringkus Pengganda Uang


PURWAKARTA - Satreskrim Polsek Kota Purwakarta meringkus seorang pria berinisial Bd, 43, warga Indramayu, kemarin.

Bd diduga melakukan penipuan terhadap warga Purwakarta dengan modus mengaku memiliki kemampuan supranatural untuk menggandakan uang. Kasus penipuan Bd terungkap setelah salah seorang korbannya yang bernama Saripudin, 38, warga Sadang Desa Ciangi, Kecamatan Bungursari, Purwakarta, melaporkan apa yang dialaminya ke polisi.

Dia baru sadar jika dirinya menjadi korban penipuan setelah uang yang akan digandakan hingga tiga kali lipat hanya isapan jempol. “Saya rugi sampai Rp30 juta,”kata Saripudin, kemarin. Modus yang dilakukan pelaku terhadap korban nyaris sama dengan kasus penipuan penggandaan uang pada umumnya, yaitu menggunakan mistis. Pelaku menjanjikan kepada korbannya jika uang diberikan kepada pelaku akan diganti berlipat oleh mahluk yang ada di_ alam gaib.

“Selain menyimpan uang untuk digandakan, saya diminta uang oleh pelaku untuk oprasional dan juga untuk membeli persyaratan,”ujarnya. Saat itu korban juga diberikan sebuah koper dan kotak hitam berisi pedang samurai. Koper itu menurut pelaku berisi uang, tapi saratnya jangan dibuka selama satu minggu. Tapi setelah waktu yang ditentukan itu habis, ternyata di dalam koper itu tidak ditemukan uang sepeser pun, hanya berisi kertas- kertas.

Saat ditanyakan, pelaku berdalih jika korban melanggar sayarat yang telah ditentukan yang mengakibatkan prosesi penggandaan uang gagal. “Begitu juga pedang samurai, pedang itu hanya pedang mainan. Sadar saya ditipu saya langsung melapor polisi,”kata dia. Wakapolsek Purwakarta Kota AKP Ali Murtado membenarkan kasus tersebut.

Saat ini pelaku pengganda uang itu sudah ditetapkan tersangka dan ditahan di ruang tahanan Mapolsek Purwakarta Kota. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku melancarkan modus kejahatannya itu seorang diri tanpa melibatkan orang lain. “Ya (benar), kasusnya masih dalam pengembangan. Tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara, “jelas dia.

didin jalalaludin

Berita Lainnya...