Edisi 21-04-2017
Punya Jendela-Pintu Besar-besar, Tak Boleh Asal Diperbaiki


Ada yang beda di Kantor Polsek Berbah, Sleman. Saat akan memasuki kompleks kantor kepolisian tersebut, kita disambut penampilan bangunan kuno berarsitektur Kolonial Belanda. Selain model bangunan, taste masa Kolonial juga terlihat dari bentuk pintu dan jendela bangunan yang identik berukuran besar.

Hal ini disebabkan bangunan mapolsek adalah bekas rumah dinas pegawai Pabrik Gula Kalasan. Pabrik yang didirikan sejak zaman keemasan gula pada masa Kolonial. Namanya memang Pabrik Gula Kalasan tapi pabrik tersebut masuk wilayah Kecamatan Berbah. Posisi pabrik gula yang saat ini difungsikan menjadi pabrik tembakau virginia ini berada di seberang jalan ke barat dari lokasi Mapolsek Berbah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pabrik gula didirikan pada 1874 bersama 17 pabrik gula lainnya. Sehingga dimungkinkan bangunan Mapolsek Berbah juga sudah mulai ada pada saat pabrik gula beroperasi. “Kami masih melakukan penelusuran. Saat ini yang diketahui bangunan ini cagar budaya karena memang dari bentuknya juga sudah kuno. Informasi yang kami tahu, bangunan mulai jadi kantor polsek sejak 1957,” ungkap Kapolsek Berbah, Kompol Suhadi di ruang kantornya, kemarin.

Mapolsek Berbah berada di atas lahan seluas 1.977 meter persegi di Kalitirto, Berbah. Kompleks bangunan tersebut terdiri dari satu bangunan utama sebagai front office pelayanan dan ruang kerja Kapolsek. Di bagian belakang dan sisi timur terdapat bangunan yang memanjang dan terdiri dari kamar-kamar. Bangunan yang konon menjadi asrama dari pegawai Pabrik Gula Kalasan tersebut sekarang digunakan sebagai ruang kerja dari masingmasing unit kerja polsek.

Mulai Unit Reskrim, Lantas, Intelkam, dan ruang tahanan. Kesan kuno sangat terlihat ketika berkeliling di halaman belakang yang rimbun dengan tanaman pohon-pohon peneduh. Sementara kalau keluar mapolsek dan berjalan ke barat, secara berjajar ditemukan bangunanbangunan bermodel sama. Bangunan itu dipergunakan sebagai rumah tinggal penduduk. Namun ada pula yang digunakan sebagai kantor seperti Kantor Koramil Kecamatan Berbah.

“Beberapa tahun lalu, informasi dari anggota, ada orang asing dari Belanda yang datang. Kalau dari usia sudah termasuk tua. Dia menyebut sebagai cucu dari seseorang yang pernah tinggal di bangunan yang kini menjadi mapolsek ini,” tambah Suhadi. Sementara Kanit Binmas Polsek Berbah, Iptu Fera menyebutkan, bangunan Mapolsek Berbah termasuk cagar budaya. Keterangan tersebut diperoleh dari petugas di Dinas Kebudayaan Pemda DIY.

Karena itu, perbaikan bangunan tidak bisa dilakukan sembarangan. “Cagar budayanya seperti apa, kami belum jelas dan lengkap. Hanya disebut bangunan Mapolsek Berbah ini adalah bangunan cagar budaya, sehingga bila melakukan perbaikan atau apapun harus mengikuti ketentuan yang berlaku,” paparnya.

Sejak difungsikan sebagai Kantor Mapolsek Berbah pada 1957, Kompol Suhadi tercatat sebagai kapolsek ke-19 yang memimpin di sini. Dilihat dari usia pabrik yang dioperasionalkan sejak 1874, maka bangunan Mapolsek Berbah ini tentunya usianya sudah uzur.

Berbah Menuju Wilayah Cagar Budaya

Dari perencanaan, Kecamatan Berbah memang diproyeksikan menjadi wilayah cagar budaya. Alasannya, cukup banyak peninggalan bersejarah di kecamatan tersebut. Kompleks Pabrik Gula Kalasan yang berada di DusunTanjungtirto, Desa Kalitirto, Berbah ini menjadi salah satu bukti, wilayah itu menjadi sentra peradaban yang maju di masa Kolonial.

Hanya data di pengampu wilayah setempat hingga kini belum terkelola baik. Kecamatan Berbah belum memiliki arsip yang bisa memberikan gambaran secara gamblang keberadaan kawasan Pabrik Gula Kalasan. “Kalau untuk pabrik gula, saat ini yang difungsikan jadi pabrik tembakau virginia. Kalau untuk rumah dinas pegawai pabrik termasuk yang disebut jadi Kantor Mapolsek Berbah sampai saat ini datanya belum ada di kecamatan,” beber Sekretaris Camat Berbah, Mustadi.

Satu bangunan cagar budaya yang diketahui Pemerintah Kecamatan Berbah adalah bangunan Kepanjen di belakang Pendopo Kecamatan. Bangunan saat ini difungsikan sebagai perpustakaan dan penyimpanan arsip. Sedangkan kegiatan masyarakat sudah mempergunakan pendapa yang ada di depan Gedung Kepanjen. Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Aji Wulantoro mengutarakan, keberadaan bangunan Mapolsek Berbah dimungkinkan masuk sebagai cagar budaya.

Hanya sampai sekarang belum ada keputusan yang menyebutkan bangunan tersebut cagar budaya. “Untuk Mapolsek Berbah, itu mungkin nanti justru ini jadi informasi dan akan kami lihat lagi,” imbuhnya. Penilaian awal ada petunjuk bangunan sebagai penunjang pabrik gula ini yang sudah ada sejak 1800-an. Jadi fisik bangunan itu sudah berusia lebih dari 50 tahun. Sehingga untuk penetapan sebagai cagar budaya tinggal melengkapi dengan data penunjang seperti nilai history bangunan.

MAHA DEVA

Sleman



Berita Lainnya...