Edisi 21-04-2017
Retribusi Parkir Baru Terealisasi 70%


CIREBON - Realisasi pendapatan Kota Cirebon dari retribusi parkir tahun 2016 tak memenuhi target. Padahal di lapangan sering ditemukan praktik penerapan tarif parkir yang melebihi ketentuan yang berlaku.

Capaian pendapatan dari retribusi parkir diketahui sekitar 70% dari target Rp2 miliar. Anggota Komisi A DPRD Kota Cirebon M Handarujati Kalamullah menilai, target retribusi parkir cukup besar tapi belum diimbangi payung hukum yang bersifat keberpihakan. "Penarikan retribusi parkir sudah tak sinkron antara aturan dengan kondisi di lapangan, tapi kenapa justru realisasi target tidak tercapai," ucapnya.

Pihaknya berencana segera merevisi peraturan daerah (perda) tentang penyelenggaraan perhubungan tarif parkir. Dalam perda itu, pihaknya akan mengubah tarif retribusi parkir dan mengatur zona parkir, termasuk zona parkir khusus. Untuk mendongkrak realisasi target retribusi parkir, Pemkot Cirebon juga akan mencari lahan khusus sebagai kantung parkir.

Pasalnya, volume kendaraan di Kota Cirebon belakangan meningkat seiring pesatnya pembangunan tapi belum sebanding dengan upaya peningkatan kapasitas jalan. Tak heran, kemacetan kerap terjadi di sejumlah titik. Selain meningkatnya volume kendaraan, kemacetan juga dipicu masih adanya parkir-parkir liar. Kondisi itu diperparah dengan ditemukannya penerapan tarif parkir yang tak sesuai aturan, salah satunya di kawasan GOR Bima, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Terkait hal ini, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Cirebon Ujianto tak menampik kemungkinan masih banyaknya kantong parkir yang menerapkan tarif di luar ketentuan. Kondisi itu menurutnya, tak lepas dari kurangnya petugas parkir serta regulasi yang menentukan kawasan parkir tersentral. "Kami sudah menyampaikan kepada setiap pengelola parkir agar tak memasang tarif yang melanggar perda," kata dia.

Lebih jauh dia mengimbau masyarakat yang memiliki keluhan seputar jalan, parkir, atau lainnya, untuk menyampaikan kepada Dishub. Untuk itu pihaknya berjanji akan mengevaluasi pelayananan kepada masyarakat dengan fakta yang terjadi di lapangan.

erika lia

Berita Lainnya...