Edisi 21-04-2017
Risma Tambah Fungsi Gedung Siola


SURABAYA– Pemkot Surabaya akan menambah fungsi Gedung Siola. Selain sebagai pusat layanan publik, gedung peninggalan Jepang ini juga akan dijadikan ruang kerja bagi anak-anak muda kreatif Surabaya.

Terutama mereka yang tertarik mengembangkan startup. Rencana baru ini akan direalisasikan tahun ini sekaligus sebagai kado Ulang Tahun Ke- 724 Kota Surabaya. Pemkot Surabaya akan memberi nama ruang terbuka anak muda tersebut dengan “Co-Working Space”. “Rencananya Mei nanti kami akan membuatkan Co- Working Space di Gedung Siola lantai 3.

Ruangan ini terbuka untuk warga Surabaya,” ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kemarin. Menurut Risma panggilan akrabnya, lokasi Co-Working Space akan berada di dekat jembatan penyeberangan Gedung Siola. Di tempat tersebut, anakanak muda Surabaya bisa belajar mengeksplorasi kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi dan membangun startup .

Apalagi, November 2017, Surabaya akan kedatangan mentor startup kelas dunia seperti dari Google, Intel, juga Facebook. Mereka akan memberikan pelatihan bagi anakanak muda Surabaya. “Menurut saya, ini mendesak. Co-Working Space ini seperti workshop mereka. Tidak hanya startup bidang teknologi, bisa juga anak-anak membuat kreasi semisal alat kontrol untuk mematikan listrik di rumah.

Nanti akan ada trainer yang akan membina mereka. Peralatan hardware semua akan kami sediakan di sana sehingga anakanak tinggal memakai,” jelas dia. Meski terbuka untuk warga Surabaya, anak-anak muda yang ingin bergabung di Co-Working Space ini terlebih dulu harus mendaftar. Nanti juga akan ada seleksi untuk memastikan bahwa anak-anak yang ingin bergabung tersebut memang memiliki kemauan kuat untuk mengkreasi karya, bukan melakukan hal negatif semisal melakukan hacking system.

Risma berjanji, bila ternyata animo anak-anak muda Surabaya untuk bergabung di Co- Working Space ini tinggi, Pemkot Surabaya akan membuat ruangan serupa di lokasi lain. “Kalau animonya tinggi, akan kami buat lagi di tempat lain. Meskipun akan susah kalau di tiap kecamatan karena ini butuh narasumber,” jelas mantan kepala Bappeko Surabaya ini.

Sejak awal tahun Gedung Siola di kawasan Jalan Tunjungan dan Jalan Genteng Kali disulap menjadi bangunan multifungsi. Selain menjadi pusat pelayanan perizinan dan dokumen kependudukan, bangunan bersejarah ini juga difungsikan untuk Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

ihya ulumuddin


Berita Lainnya...