Edisi 21-04-2017
Jalan Poros Malang-Surabaya Lumpuh


PASURUAN– Pengguna jalan poros Malang- Surabaya harus bersabar saat melintas di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Pasalnya, jalanan macet total karena aksi demo yang dilakukan buruh dari dua pabrik.

Ratusan buruh dua pabrik di kawasan Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, berunjuk rasa pada waktu bersamaan. Massa yang meluber hingga ke badan jalan mengakibatkan kemacetan di ruas jalan poros Malang-Surabaya dan baru bisa dilewati setelah enam jam. Para pengendara terjebak kemacetan di dua lajur dari Malang dan Surabaya.

Kemacetan arus lalu lintas ini mengular hingga di Kecamatan Purwosari dan Kecamatan Pandaan. Petugas yang mengamankan aksi unjuk rasa ini memberlakukan sistem contra flow pada dua titik aksi unjuk rasa. Kedua kelompok massa ini, yakni mantan pekerja pabrik rokok KUD Sumber Rejo dan gabungan massa Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang berunjuk rasa di pabrik karoseri PT Karya Tugas Anda.

Mantan buruh pabrik rokok sigaret yang bermitra dengan PT HM Sampoerna tersebut menuntut kekurangan pesangon dari program pensiun dini. Sementara buruh SPSI menuntut hak karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak. Dalam aksinya, solidaritas gabungan buruh SPSI dari berbagai kota ini mendesak pimpinan pabrik karoseri PT Karya Tugas Anda mempekerjakan kembali 28 anggota SPSI yang di-PHK.

Perusahaan yang sudah mempekerjakan buruh lebih dari tujuh tahun tersebut tidak bersedia mengangkat sebagai karyawan tetap. “Hak-hak buruh untuk mendapatkan status karyawan tetap diabaikan. Selama mereka bekerja berulang kali dilakukan kontrak kerja. Mereka akhirnya di-PHK secara sepihak karena masa kontraknya telah habis,” kata korlap aksi SPSI Kabupaten Pasuruan Totok Rudiyantono, kemarin.

Aksi turun ke jalan yang dilakukan buruh SPSI ini merupakan aksi yang keempat kali. Selama itu pula perundingan antara perwakilan buruh dan manajemen perusahaan selalu menemui jalan buntu. Perusahaan bersikukuh pada keputusannya mem-PHK buruh yang sudah tidak memenuhi ketentuan. “Perundingan selalu gagal. Perusahaan tidak bersedia memenuhi tuntutan mempekerjakan buruh yang semuanya anggota SPSI.

Perusahaan sengaja melakukan union busting (pemberangusan serikat pekerja),” tandas Totok. Sementara itu, mantan buruh mitra PT HM Sampoerna menggelar istigasah bersamaan dengan peringatan 40 hari wafatnya Roeslan, bos KUD Sumber Rejeki. Ibu-ibu yang membawa beras dan mi sebagai tanda belasungkawa bahkan rela duduk di badan jalan untuk menuntut kekurangan pesangon yang menjadi haknya.

“Kami ingin takziyah kepada mantan pimpinan KUD Sumber Rejeki. Karenadihadangdidepan pabrik, kami terpaksa mengikuti istigasah di pinggir jalan. Kami ingin agar hak-hak mantan pekerja dan kekurangan pesangon saat dipensiunkan perusahaan dibayarkan,” kata pendamping mantan buruh pabrik rokok Gunawan Karyanto.

arie yoenianto

Berita Lainnya...