Edisi 21-04-2017
Sleman Kekurangan Petugas Metrologi


SLEMAN – Jumlah petugas metrologi di Lembaga Penyelenggara Metrologi Legal di Sleman masih kurang. Saat ini Pemkab Sleman hanya memiliki enam petugas yang mengelola dan menjalankan tugas di lembaga tersebut.

Sementara dari sisi yang harus dipantau, jumlahnya cukup besar sehingga dinilai tidak imbang jika dibandingkan tanggung jawabnya. “Di Sleman itu, ada 82 pasar baik yang dikelola pemkab maupun desa kemudian masih ada 342 toko modern.

Sementara petugas di penyelenggaraan metrologi legal di Sleman hanya enam orang,” kata Bupati Sleman Sri Purnomo saat menyambut pembukaan Seminar Harmonisasi dan Sinkronisasi Penyelenggaraan Metrologi Legal Sewilayah Kerja BSML Regional II yang mencakup Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara kemarin. Jumlah petugas tersebut masih belum cukup dibandingkan jumlah pedagang yang menempati lapak-lapak pasar yang ada di Sleman.

Dari catatan Sri Purnomo, jumlah pedagang di Sleman jumlahnya lebih dari 12.750 orang. Direktur Metrologi Kemendag Hari Prawoko mengatakan, dengan berlakunya UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, telah terjadi peralihan pengelolaan metrologi dari pemerintah provinsi ke kabupaten dan kota.

Dengan kondisi tersebut, perlu dilakukan kerja sama antara kabupaten/ kota yang sudah mampu menyelenggarakan secara mandiri dengan kabupaten/kota yang belum siap. “Perlu kerja sama yang efektif, efisien, dan saling menguntungkan antara kabupaten/ kota yang sudah mandiri dengan yang belum siap memberikan pelayanan,” pungkasnya.

maha deva

Berita Lainnya...