Edisi 21-04-2017
Tahun Ini Industri Jamu Diprediksi Membaik


SURABAYA – Kinerja penjualan jamu tahun ini diprediksi akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Ini karena perekonomian yang berangsur pulih dan didukung perbaikan sejumlah infrastruktur.

Salah satunya, infrastruktur jalan tol Trans Jawa yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah. Owner PT Jamu Iboe Jaya Stephen Walla mengatakan, tahun lalu industri jamu mampu membukukan omzet sebesar Rp17 triliun atau tumbuh sekitar 10% dibanding tahun sebelumnya. Namun, tahun ini diprediksi bisa tumbuh lebih dari 10%. Pertumbuhan ekonomi daerah karena ditunjang infrastruktur yang memadai akan mengerek daya beli masyarakat.

Di sisi lain, biaya distribusi jamu akan semakin berkurang. “Karena daya beli masyarakat naik, maka mereka punya sisa uang untuk beli jamu,” katanya. Di Jamu Iboe, setiap tahun kinerja penjualannya tumbuh di bawah 10%. Namun begitu, perusahaan yang berdiri sejak 1910 itu berupaya meningkatkan konsumsi jamu di masyarakat. Tahun ini, Jamu Iboe menargetkan pertumbuhan sebesar 40% dengan mengandalkan penetrasi minuman kesehatan.

Saat ini, kontribusi minuman kesehatan dari total penjualan baru sekitar 25%. Mayoritas penjualan masih ditopang dari jamu tradisional sekitar 55%. “Pasar kami 70% masih di Pulau Jawa. Sisanya 30% menyebar, seperti di Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua,” tandas Stephen. Product Group Manager PT Jamu Iboe Jaya Perry Anglishartono menambahkan, maraknya kampanye back to nature mendorong pertumbuhan industri jamu, khususnya berbahan baku herbal.

Saat ini, masyarakat sudah mengarah pada gaya hidup sehat. Jadi, minuman dengan bahan baku herbal menjadi pilihan. “Peminum jamu saat ini mayoritas masih orang tua. Kami berupaya agar generasi muda juga gemar minum jamu. Untuk itu, kami juga mengeluar produk dengan kemasan yang khusus buat kaum muda,” imbuhnya.

Di sisi lain, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk juga gencar memproduksi jamu berbahan herbal. Selain karena tuntutan masyarakat akan gaya hidup sehat, bahan baku herbal untuk jamu juga mudah ditemukan di Indonesia. Tak hanya Jamu Iboe, Sido Muncul juga mulai menyasar segmen anak muda.

lukman hakim




Berita Lainnya...