Edisi 21-04-2017
Tukar Guling Pasar Teloyo Dilanjutkan


KLATEN – Gugatan sengketa lahan pasar Desa Teloyo, Kecamatan Wonosari, Klaten resmi dicabut oleh penggugat, Slamet Siswosuhardjo dan Suratno.

Dengan pencabutan tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Teloyo berjanji segera menyelesaikan legal formal proses tukar guling lahan Pasar Teloyo. Kuas hukum kedua penggugat, Suraji SH MH, mengatakan, pencabutan gugatan merupakan inisiatif Slamet Siswosuhardjo dan Suratno selaku pemilik lahan. Pencabutan gugatan dilakukan kemarin.

Suraji menjelaskan, gugatan dicabut karena ada beberapa hal yang harus dibenahi. “Iya dicabut, menurut kami ada beberapa yang masih perlu dilakukan perbaikan,” kata Suraji, kemarin. Gugatan sengketa lahan pasar Teloyo masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Klaten sejak Maret lalu. Ikhwal sengketa bermula dari proses tukar guling tanah untuk Pasar Teloyo pada 1967 lalu.

Kala itu, lahan sawah milik Slamet Siswosuhardjo dan Dasiman Kartodikoro (pada kemudian hari dijual kepada Suratno) ditukar guling dengan kas desa untuk pembangunan Pasar Teloyo. Lahan Slamet seluas 2.500 meter persegi dan Suratno seluas 1.700 meter persegi. Meski sudah ada proses tukar guling namun kepemilikan lahan secara hukum masih sah dimiliki Slamet dan Suratno.

“Bukan belum selesai (tukar guling), memang itu tidak bisa selesai. Karena ada benturanbenturan dengan aturan yang ada. Misalnya UU Tahun 1961, UU Nomor 2 Tahun 2012, PP Nomor 71 Tahun 2012. Kan semua ada batasan waktunya ketika harus melaksanakan masalah tukar guling itu,” kata Suraji dalam sidang pertama pada Kamis, 30 Maret lalu.

Sementara itu, Kepala Desa Teloyo, Soedarto, mengaku dirinya telah mengetahui pencabutan gugatan sengketa tanah Pasar Teloyo. Soedarto berharap proses tukar guling dapat dilanjutkan dan diselesaikan dengan penyertifikatan tanah.

Komunikasi dengan pemilik lahan segera dilakukan agar tukar guling mendapatkan formal secara hukum. “Komunikasi jelas dilakukan, karena kelanjutan proses tukar guling harus ada persetujuan pemilik lahan. Kami upayakan semaksimal mungkin supaya sertifikat tanah tukar guling selesai tahun ini. Sehingga aktivitas pasar dan pedagang kembali normal,” kata Soedarto.

endah budi karyati

Berita Lainnya...