Edisi 21-04-2017
120 Narapidana Khatam Alquran


Suasana haru dengan isak tangis terdengar dari 120 narapidana dan tahanan Lapas Klas IIB Tasikmalaya di Jalan Otto Iskandardinata, Kota Tasikmalaya, saat khataman Alquran yang dimulai sejak pagi hingga siang kemarin.

Mereka tampak tersentuh setelah sekian lama merasakan jauh dari nilai-nilai keislaman. Dalam kegiatan yang diawali Salat Duha berjamaah ini, warga binaan Lapas Tasikmalaya ini dibimbing ustaz yang disiapkan untuk membaca Alquran sebanyak 30 juz. Diharapkan pula hal ini bisa menjadi pembinaan terhadap mental mereka yang tengah menjalani hukuman saat ini, serta diharapkan lebih baik saat kembali kepada masyarakat.

“Sedih Pak, saya memang selama ini jauh dari agama. Makanya saya berakhir di sini, harus menjalani kehidupan seperti ini. Siapa yang mau? Meskipun takdir memang berkata demikian, tentunya saya harus sabar dan tabah menjalani semua ini. Namun saya berniat akan hidup lebih baik lagi, mengabaikan apapun hinaan orang lain yang mencap mantan tahanan,” ungkap Yani, 40, salah seorang warga binaan Lapas Tasikmalaya yang tersandung perkara penipuan.

Senada, Zaki,35, juga mengaku lebih dari setahun mendekam di Lapas Tasikmalaya dan selama ini jauh dari kehidupan beragama, meskipun keluarganya berasal dari keluarga religius. “Namun pergaulan yang menyebabkan saya berakhir di sini, karena narkoba. Setelah keluar saya akan belajar dan menegaskan tidak ingin kembali ke sini, artinya kebiasaan buruk dan jahat harus ditinggalkan,” kata Zaki.

Nampak seluruh napi dan tahanan yang datang mengenakan pakaian serba putih, mereka berjajar rapi di aula atau Gedung Serbaguna Lapas Tasikmalaya yang kemudian mengaji. Meski banyak yang meneteskan air mata, namun tidak mengurangi kekhidmatan mereka dalam melaksanakannya hingga bisa menuntaskan membaca Alquran sebanyak 30 juz.

Kalapas Tasikmalaya Julianto Budi menyebutkan, gerakan khataman Alquran tersebut merupakan program nasional yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia. Memang tidak semua napi dan tahanan ikut dalam kegiatan tersebut, karena berbagai pertimbangan dan persoalan maka hanya sebanyak 120 orang di lapas yang dipimpinnya dilakukan kegiatan khataman.

NANANG KUSWARA

Kabupaten Tasikmalaya

Berita Lainnya...