Edisi 21-04-2017
AKI Dan AKB Tasikmalaya Tempati Urutan ke Tujuh


TASIKMALAYA –Kabupaten Tasikmalaya masih menempati urutan ke tujuh kasus angka kematian ibu (AKI) dan angka Kematian bayi (AKB) di Jawa Barat.

Meskipun tahun ini jumlah kasus ini tersebut menurun dibanding 2015 yang menempati urutan ketiga. Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya mencatat, pada 2015 angka kematian ibu melahirkan mencapai 55 kasus dan bayi mencapai 295 kasus, sedangkan di 2016 tercatat angka kematian ibu melahirkan mencapai 45 kasus dan kematian bayi mencapai 255 kasus.

Artinya menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Namun tetap hal ini harus mendapatkan perhatian semua pihak untuk mengantisipasinya. “Sebenarnya angka itu masih cukup tinggi dan kami terus melakukan sosialisasi berharap agar angka kematian ibu dan bayi itu terus mengalami penurunan. Namun kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kebersihan serta selama proses mengandung harus mendapatkan pendampingan serius.

Sehingga ketika hendak melahirkan benar-benar siap dalam menghadapi segala kemungkinannya,” ungkap Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Hamdani. Pemkab Tasikmalaya sendiri menggelar sosialisasi kepada para ulama dan pesantren untuk ikut serta menyosialisasikan tentang pentingnya pendidikan kesehatan bagi ibu hamil.

Sehingga pada setiap pengajian yang digelar mereka bisa ikut memberikan masukan kepada warga. Pasalnya, tugas itu harus bersinergi dengan berbagai pihak termasuk para ulama dan juga tenaga pendidikan di daerah dan lainnya.

Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, pada acara ini sengaja dilaksanakan dan dinas kesehatan memberikan materi kepada para ulama tentang bagaimana menjaga kesehatan selama kehamilan. “Kalau perlu para ulama nanti yang mengingatkan kepada ibu-ibu hamil dan masyarakat, untuk melakukan pemeriksaan secara rutin kondisi kehamilan dirinya,” ujar Uu.

nanang kuswara

Berita Lainnya...