Edisi 21-04-2017
Alamak, Aktor Malaysia Simpan Sabu di Anus


DELISERDANG- Khaireyll Benjamin bin Ibrahim alias Benjy, 38, aktor film asal Malaysia, diamankan petugas Bea Cukai dan Polda Sumatera Utara di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) karena menyimpan sabu-sabu seberat 14 gram di anusnya.

Upaya penyeludupan ini diketahui petugas pada Selasa (18/4) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Aktor yang sudah mengenal dunia film sejak masih anak-anak ini juga diketahui ternyata mampu meracik dan membuat sabu-sabu dengan menggunakan mesin yang dimilikinya. Hal itu terungkap saat Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Kualanamu Zaky Firmansyah didampingi General Manajer (GM) PT Angkasa Pura (AP) II Cabang KNIA Arif Darmawan dan Kepala Bagian (Kabag) Pengawasan dan Penyidikan (Wasdik) Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumut AKBP JHS Tanjung memaparkan hal tersebut di Kantor Bea Cukai Kualanamu, Kamis (20/4).

“Yang bersangkutan merupakan aktor film asal Malaysia yang menumpangi pesawat Malindo Air OD-322 dari Kuala Lumpur ke Kualanamu. Dari kecurigaan kami, lalu kami lakukan pemeriksaan profiling dan pemeriksaan secara medis ronsen. Ternyata ada serbuk kristal yang dibalut dua plastik di sekitar anus,” kata Zaky. Dia menuturkan, Benjy ternyata juga pernah empat kali dijerat hukuman dengan kasus sama terkait narkoba. “Benjy ini merupakan anak aktris Malaysia.

Dia terancam hukuman mati karena perbuatannya dipersangkakan pandai meracik dan membuat sabu,” ungkapnya. Dari penelusuran KORAN SINDO MEDAN di https://ms.wikipedia.org/wiki/ Benjy, pelaku lahir pada 17 September 1978 merupakan anak lelaki tunggal aktris terkenal, Allahyarhamah Azean Irdawaty. Benjy mulai dikenal setelah membintangi film berjudul “Perempuan” pada 1988 dan pernah memenangi anugerah aktor terbaik pada Anugerah Skrin TV3 Malaysia.

Lebih lanjut Zaky mengatakan, pihaknya bersama tim Ditres Narkoba Polda Sumut sempat melakukan pengembangan di sekitar Kota Medan. “Karena awal tujuan tersangka ke Medan untuk mencari bakat disk jockey (DJ) yang akan dipekerjakan di diskotek Malaysia,” tuturnya. Kabag Wasdik Ditres Narkoba Polda Sumut AKBP JHS Tanjung menjelaskan, dari hasil penyelidikan, tersangka Benjy membeli sabu-sabu di Choket, Kuala Lumpur, melalui warga setempat Cik Siang dengan harga RM 250.

“Tersangka juga pandai meracik sabu-sabu. Terakhir tersangka mengirim ganja dari Indonesia ke Malaysia dan dijatuhi hukuman gantung di Malaysia,” katanya. Hukuman gantung tetap dilakukan, tapi menurut pengakuan Benjy, tersangkanya diganti dengan orang lain. “Tersangka pernah menjalani hukuman gantung tapi tidak mati karena diganti orang lain. Jadi nama Benjy di Malaysia telah meninggal, sudah tidak ada lagi. Maka dia berganti nama menjadi Khaireyll.Begitu juga di paspornya bernomor A 40134169,” ujarnya.

Jika benar tersangka Benjy merupakan target hukuman gantung di Malaysia dalam kasus narkotika, lanjut Tanjung, tersangka harus menjalani hukumannya di Indonesia. “Kalau dilihat dari gelagatnya, kemungkinan tersangka akan membuat jaringan sendiri di Sumut. Meski alibinya mau mencari bakat DJ untuk dipekerjakan ke Malaysia. Tapi tersangka harus menjalani hukumannya di Indonesia,” ujarnya.

Upaya penyeludupan narkoba yang dilakukan Benjy melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 17/ 2006 tentang perubahan atas UU Nomor 10/ 1995 tentang Kepabean, Pasal 102 huruf (e). Selain itu, Benjy juga dijerat UU Nomor 35/ 2009 tentang Narkotika, Pasal 113 ayat (1) dan (2) dengan ancaman dipenjara seumur hidup. Dari upaya penggagalan 14 gram sabu ini, sekitar 70 orang berhasil diselamatkan.

Sementara Benjy saat dimintai komentarnya lebih banyak diam dan tertunduk. Sementara itu, warga Aceh Utara Muhammad Bulqaini, 24, UtaradiamankanpetugasAvsec KNIA karena menyembunyikan sabu-sabu di selangkangannya, Kamis (20/4). Penumpang Batik Air tujuan Medan–Jakarta ini diamankan saat melintasi pintu Security Check Point (SCP) II Main Gate atas Terminal Keberangkatan KNIA.

Petugas Avsec mencurigai gerak-gerik Bulqaini saat melintasi SCP II, sehingga dilakukan pemeriksaan body check secara manual pada bagian selangkangan. Saat diperiksa, ditemukan ada benjolan di selangkangan yang ternyata ditemukan lima bungkus paket sabu seberat 499 gram. Mengetahui adanya barang bukti sabu tersebut, petugas Avsec mengamankan tersangka bersama barang bukti lainnya. Junior Manajer Humas Bandara Kualanamu Abdi Negoro mengatakan, Bulqaini diamankan karena membawa sabu seberat499gramdanbarangbukti lainnya.

"Berdasarkan kesepakatan dengan Sat Narkoba Polres Deliserdang bahwa penangkapan dimaksud saat ini sedang dilakukan pengembangan dan sudah diserahkan ke Satuan Narkoba Polres Deliserdang," ucapnya. Adapun barang bukti yang disita yakni lima bungkus kecil paket sabu seberat 499 gram, 2 unit ponsel, 1 lembar boarding pas atas nama tersangka, 3 buah ATM, 1 tas sandang warna cokelat, dan uang tunai Rp87.000.

m andi yusri



Berita Lainnya...