Edisi 21-04-2017
BLH Teliti Air Umbul Diduga Penyebab Diare


SIMALUNGUN– Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Simalungun menurunkan tim untuk meneliti air umbul yang diduga menjadi penyebab 140 warga Desa Sait Buttu Saribu, Kecamatan Pamatang Sidamanik, mengalami diare.

“Sudah diturunkan tim hari ini (Kamis, 20/4) untuk mengambil sampel air dari umbul. Air akan diteliti untuk memastikan apakah memang ada zat berbahaya yang menyebabkan warga Desa Sait Buttu Saribu menderita diare setelah mengonsumsi air dari umbul tersebut,” ujar Kepala BLH Pemkab Simalungun Misliani Saragih kepada KORAN SINDO MEDAN, kemarin.

Misliani belum bisa memastikan kapan dapat menginformasikan hasil penelitian yang telah dilakukan BLH. Pihaknya tidak akan terburuburu menyimpulkan hasil penelitian itu. “Nanti setelah ada hasilnya saya informasikan. Tidak boleh terburu-buru dilakukan, karena pengambilan sampel bukan hanya dari satu tempat, semuanya harus diteliti dulu baru disimpulkan,” kata Misliani.

Terkait warga yang menderita diare massal di Desa Sait Buttu Saribu, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Simalungun Jan Maurisdo Purba menyebutkan masih terdapat 35 orang yang menjalani perawatan medis di RSUD Tuan Rondaihaim, Pematang Raya. “Hingga saat ini yang masih menjalani perawatan medis di RSUD Tuan Rondaihaim ada 35 orang dan akan ditangani sampai sembuh sesuai instruksi Bupati JR Saragih,” kata Purba.

Di sisi lain, Bupati Simalungun JR Saragih memantau langsung kondisi warga Desa Sait Buttu Saribu yang dirawat di RSUD Tuan Rondaihaim, Kamis (20/4). JR meminta seluruh pasienditanganidenganmaksimal hinggasembuh. JRmemastikan seluruhbiayapengobatanwarga yang dirawat ditanggung Pemkab Simalungun. “Seluruh biaya yang dirawat ditanggung Pemkab Simalungun, tidak perlu dipikirkan,” ujar JR dihadapkan keluarga pasien yang menjalani perawatan.

ricky hutapea





Berita Lainnya...