Edisi 21-04-2017
Banyuwangi Masuk Festival Film Cannes


BANYUWANGI –Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memilih Banyuwangi sebagai salah satu daerah kreatif yang akan dipromosikan pada Festival Film Cannes 2017 yang berlangsung pada 17-28 Mei di Cannes, Prancis.

Di festival film paling bergengsi sedunia tersebut, Bekraf akan menawarkan Banyuwangi sebagai salah satu lokasi syuting yang potensial kepada para sineas kaliber internasional. “Surat dari Bekraf sudah saya terima. Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Bekraf yang sangat luar biasa dalam mendukung kreativitas di daerah,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kemarin.

Anas mengatakan, saat ini pemerintah pusat tengah gencar melakukan promosi Indonesia di dunia internasional, khususnya lewat bidang ekonomi kreatif, salah satunya lewat film. Tidak hanya m-e-ngirimkan film-film berkualitas Tanah Air untuk bersaing di kancah festival-festival film internasional, saat ini Indonesia juga mengambil peluang baru dengan menjadi lokasi pembuatan film.

Cara ini terbukti mampu menyedot banyak kunjungan wisata sebagaimana yang terjadi di banyak negara Asia. “Kita bisa melihat beberapa film Hollywood yang mengambil latar di beberapa negara Asia mampu menjadi promosi pariwisata yang sangat efektif bagi negara itu, seperti kunjungan ke Angkor Wat, Kamboja, yang melonjak setelah jadi tempat syuting film Tomb Raider yang dibintangi Angeline Jolie.

DiIndonesia, Ubud, Bali, juga langsungmelejitsetelahmen-jadi lokasi syuting film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts. Bahkan sampai muncul paket wisata ke tempat-tempat syuting film itu karena banyaknya peminat. Dalam konteks film nasional, dampaknya juga cukup kuat, seperti munculnya paket wisata Ada Apa Dengan Cinta di Yogyakarta setelah jadi lokasi syuting Dian Sastro dan Nicholas Saputra di film AADC,” kata Anas.

Dipilihnya Banyuwangi oleh Bekraf sebagai daerah yang akan dipromosikan sebagai lokasi syuting film internasional, menurut Anas, karena Bekraf menilai virus-virus kreativitas di Banyuwangi tidak hanya didominasi masyarakat perkotaan. Namun, warga desa juga sudah mulai memunculkan karya-karya kreatif. “Bekraf senang karena banyak karya anak perdesaan Banyuwangi, di mana mereka mampu membuat video kreatif yang menarik.

Apalagi kita berani melombakan video kreatif desa dan banyak peminatnya. Ini poin tersendiri,” ujar bupati berusia 43 tahun itu. Anaspunmenganggaptawaran ini akan menjadi angin segar bagi industri pariwisata daerah. Apalagi tempat promosinya tidak main-main, di festival film paling bergengsi dunia, yaitu FestivalFilmCannesyangsudah digelar sejak 1946.

Festival itu menjadi tempat berkumpulnya para pengusaha film dunia, produser, sutradara, sampai pemain film tersohor. Pelaksana Tugas (Plt) Dinas PariwisataBanyuwangiMYBramudamenambahkan, pihaknya tengah menyiapkan segala kebutuhan promosi Banyuwangi untuk dipromosikan Bekraf ke Festival Film Cannes.

Banyuwangi harus bisa menampilkan keunggulan wilayah masingmasing selama berada di festival tersebut. “Kami diminta bisa merangkum semua potensi yang kami miliki. Intinya, kami diminta untuk menginformasikan sejelas-jelasnya tentang Banyuwangi, termasuk proses perizinan di lokasi syuting,” ujar Bramuda.

p juliatmoko


Berita Lainnya...