Edisi 12-05-2017
Status Korupsi Turap Ditingkatkan


KARAWANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang segera meningkatkan penyelidikan ke penyidikan terkait kasus dugaan korupsi proyek turap tempat pembuangan sampah (TPS) Jalupang, Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru.

Pengerjaan proyek senilai Rp700 juta tahun anggaran 2014 ini diduga tidak sesuai dengan RAB (rencana anggaran biaya). “Dalam waktu dekat ini kasus pembangunan turap di Jalupang akan segera kami tingkatkan ke tingkat penyidikan. Saat ini hasil penyelidikan atas kasus ini sudah selesai dan siap dilimpahkan ke penyidikan setelah gelar perkara. Kasus ini sudah kami tangani sejak Maret lalu hingga,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Sukardi.

Menurut dia, tim penyidik kejaksaan sudah menemukan perbuatan melawan hukum dalam kegiatan pembangunan turap sepanjang 600 meter tersebut. Dari hasil pemeriksaan tim teknis ditemukan kontruksi pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah direncanakan sebelumnya. Akibatnya dari pembangunan turap ini penyidik memperkirakan terjadi kerugian negara sekitar Rp200 juta.

“Perbuatan melawan hukum sudah kami temukan, makanya kasus ini akan dinaikkan menjadi penyidikan. Taksiran kerugian sementara mencapai Rp200 juta, namun untuk lebih detailnya nanti ada tim audit yang akan menilai,” katanya. Selama proses pemeriksaan, ujarnya, penyidik kejaksaan sudah meminta keterangan sebanyak 12 orang yang terdiri dari unsur pejabat di lingkungan Pemkab Karawang, pelaksana kegiatan hingga pihak ketiga yang memenangkan proyek pengerjaan turap tersebut.

“Semua yang terkait dengan pembangunan turap ini sudah kami minta keterangan untuk menjadi saksi. Jika dalam pemeriksaan lanjutan bisa saja kami meminta keterangan lagi dari beberapa orang sebagai tambahan,” katanya. Menurut Sukardi, pemeriksaan kasus pembangunan turap Jalupang ini merupakan temuan dari tim kejaksaan.

Pihak kejaksaan menemukan keganjilan dalam pembangunan turap tersebut hingga menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut merupakan kontraktor besar asal Karawang.

“Saya belum bisa menyebutkan siapa pihak ketiga yang mengerjakan proyek ini. Nanti saja setelah statusnya sudah penyidikan akan kami buka siapa orangnya. Ditingkat penyidikan nanti akan ada pemeriksaan lanjutan dengan memanggil pihak yang terkait dengan pembangunan turap ini,” katanya.

nilakusuma






Berita Lainnya...