Edisi 12-05-2017
Pelestarian Budaya Lewat Perpustakaan Belum Disadari


YOGYAKARTA – Fungsi perpustakaan yang paling populer diketahui ialah sebagai menyimpan buku. Padahal, perpustakaan memiliki fungsi yang lebih besar yakni turut melestarikan budaya bangsa.

Sayangnya fungsi tersebut belum banyak diketahui. “Perpustakaan sebenarnya memiliki banyak fungsi, termasuk merawat dan melestarikan budaya bangsa. Apalagi bagi Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya dan tradisi, keberadaan perpustakaan tentu sangat menunjang.

Karena itulah kami ingin menyosialisasikan fungsi perpustakaan yang satu ini agar lebih diketahui masyarakat luas,” kata Kepala Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Labibah ZainMLIS kepada wartawanseusai pembukaan International Conference of Asian Special Libraries (ICoASL) 2017, kemarin. Labibah mengatakan, fungsi perpustakaan sebagai sarana merawat dan melestarikan kebudayaan tersebut juga menjadi rekomendasi dari Indonesia dalam konferensi perpustakaan se-Asia tersebut.

Menurut Labibah, sudah banyak contoh pelestarian kebudayaan yang berjalan di perpustakaan-perpustakaan di Indonesia. “Perawatan terhadap manuskrip Jawa misalnya, kalau tidak dirawat dengan baik tentu lokal konten di kitab Jawa bisa hilang. Akibatnya tentu generasi mendatang tidak akan tahu tentang budaya masa lalu. Di perpustakaan kami sendiri sedang mencoba mendokumentasikan oral kultur dengan cara ditulis kembali yang akan menjadi catatan yang bisa dipelajari siapa saja,” kata Labibah.

Labibah mengatakan, perpustakaan pada dasarnya menjadi bagian penting dari tiap lembaga maupun institusi. Berkaitan dengan perpustakaan khusus yang memang juga tengah digencarkan para profesional dan ilmuwan informasi, Labibah menegaskan, sudah seharusnya tiap lembaga atau instansi memiliki perpustakaan.

“Perpustakaan bisa dikatakan khusus dari dua aspek. Yakni, memiliki koleksi khusus atau juga penggunaannya yang khusus. Selain itu yang harus punya perpustakaan tidak hanya sekolah atau kampus, sudah seharusnya semua kantor memiliki perpustakaan. Lembaga seperti KPK pasti punya perpustakaan, bank-bank juga. Jadi kalau mau mencari informasi tidak perlu jauh-jauh,” kata Labibah.

Deputi Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Ofy Sofianamengatakan, setiapbangsa dipastikan memiliki identitas peradaban. Generasi selanjutnya dari bangsa tersebut perlu diberi kesempatan belajar dari apa yang sudah dilakukan dan dialami generasi sebelumnya. “Karena itu pelestarian kebudayaan itu penting. Dengan saling melestarikan budaya, semua bangsa di dunia juga bisa saling belajar dan memahami antar budaya,” kata Ofy.

ratih keswara

Berita Lainnya...