Edisi 12-05-2017
Penggugat Bakal Hadirkan Adik Bos Maspion


YOGYAKARTA – Penggugat izin gangguan (HO) milik Hotel Premier Inn Satoria Agus Artadi berencana menghadirkan pemilik hotel yang juga adik bos Maspion, Satria Alim, dalam persidangan di PTUN Yogyakarta, pekan depan.

Permohonan diajukan melalui kuasa hukumnya, Siput Lokasari. Selain Satria Alim, dalam sidang pekan depan, Agus juga berencana menghadirkan saksi lain yang mengetahui persis persoalan perizinan hotel yang berada di Jalan Laksda Adisutjipto tersebut. “Sementara kita bawa dua saksi dulu,” kata Agus. Majelis hakim meminta penggugat menjalin komunikasi dengan calon saksi.

“Coba lakukan pendekatan dulu kepada calon saksi, kan belum pernah dicoba. Kalau saksi dari PTUN pasti akan langsung kita panggil. Kalau ini kan saksi dari para pihak,” saran Ketua Majelis Henriette S Putuhena. Dalam sidang perkara nomor 4/G/2017/PTUN.YK, Rabu (10/5), penggugat II intervensi atau PT Satoria Prima Persada atau Hotel Premier Inn Santoria yangdihadiripengacaranya Dony Putra Setiawan menyerahkan bukti surat P1 hingga P14.

Pada kesempatanitu, tergugat yakni Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) juga mengajukan bukti tambahan berupa bukti surat P9 sampai dengan P12. Agus menilai Keputusan Kepala BPMPPT Nomor 503/- 008865.68.15/- 0042/IG/2016 tentang izin gangguan untuk PT Satoria Prima Persada adalah tidak tepat.

Karenanya, dia memohon majelis hakim mewajibkan tergugat mencabut keputusan tersebut. Sebagai pemilik tanah yang bersebelahan langsung dengan bangunan hotel, warga Cokrodiningratan, Jetis, Yogyakarta, itu mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses penerbitan HO itu.

Sebaliknya, pemohon justru mengisi kolom tanda tangan Agus dengan tanda tanya. Selain itu, pemohon juga menyertakan surat pernyataan yang dinilai menyudutkan dan berbau fitnah. Sidang akan digelar kembali pada Rabu (17/5) untuk mendengarkan keterangan saksi dari pihak penggugat.

sodik

Berita Lainnya...