Edisi 12-05-2017
2 Peretas Dibawa ke Polda Metro Jaya


PALEMBANG -Dua orang tersangka peretas sistem BRI, F, 36, dan J, 25, yang ditangkap tim gabungan Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Polresta Palembang dibawa ke Polda Metro Jaya, kemarin.

Kapolresta Palembang Kombes Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan, dibawanya kedua tersangka ke Polda Metro Jaya guna dilakukan pengembangan terhadap kasus yang membuat BRI mengalami kerugian Rp1,2 miliar. "Bank yang menjadi korban ada di sana (Jakarta), laporan - nya pun ada di Polda Metro Ja - ya, sehingga kasus ini dibawa ke sana. Kebetulan saja pelak u nya ada di Palembang," kata Wahyu saat dikonfirmasi.

Semula dalam penang ka - pan, ada lima orang yang dibawa ke Polresta Palembang. Hanya saja berdasarkan peme riksaan awal di Polresta Palembang, dua orang termasuk juga pemilik rumah ditetapkan tersangka. "Sementara tiga lainnya ha - nya sebagai saksi. Ini terus di da - lami," tuturnya. Modus yang digunakan ter - sangka, kata Wahyu, yakni me - re tas sistem BRI dan mengubah data verifikasi rekening sej um lah nasabah dan mentrans fer kannya kerekeningpribaditer sangka.

Kemudian, nasabah yang menyadari uang dalam reke ning - nya berkurang menuntut BRI menggantikerugiannasa bah. "Saya tidak bisa terlalu ter - buka karena menyangkut UU khusus. Dan saat ini juga masih dalam tahap pengembangan, tapi diduga melakukan tindak pidana pencucian uang dan penipuan," jelasnya singkat. Sementara itu, Kanit III Subdit Cyber Crime Ditres - krim sus Polda Metro Jaya, Kom pol Khairuddin tak mau berkomentar banyak. Terma - suk juga mengenai jaringan tersangka. "Kita akan lakukan pe ng - em bangan lagi. Jaringan masih kita dalami.

Yang jelas ter - sangka akan kita bawa ke Ja - karta," tukasnya. Sehari sebelumnya aparat gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polresta Palembang melakukan penggerebekan di sebuah rumah mewah di Jalan Bungaran I, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, sekitar pukul 12.00 WIB. Informasi yang dihimpun, penggerebekan itu dilakukan guna menangkap diduga pe - laku penipuan dan peretasan yang memang sudah menjadi target operasi. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan lima orang dari lokasi.

Menurut salah seorang warga, Zainab mengatakan, peng gerebekan di rumah me - wah berlantai dua tersebut dilakukan sejak pukul 09.00 WIB. "Warga melihat peng ge - rebekan itu. Sejak subuh mobil polisi itu parkir di depan rumah itu. Sekitar pukul 09.00 WIB mereka (polisi) baru masuk ke dalam rumah. Awalnya kami juga tidak tahu kalau yang par - kir itu mobil polisi," kata Zai - nab.

Hanya saja, dia mengaku tak tahu persis penggerebekan itu terkait masalah apa. "Katanya pemilik rumah itu tauke karet. Jarang juga ber - gaul dengan masyarakat. P a - ling keluar rumah beli rokok," tuturnya. Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mem be - narkan adanya penangkapan tersebut. "Benar ada. Koordinasi de - ng an Kapolresta Palem bang," kata Agung saat diko n firmasi.

Ditanya berapa orang yang ditangkap dalam peng gerebekan itu, Agung menegaskan hanya satu orang. "Satu orang diamankan berinisal F, dia terlibat kasus penipuan," terangnya. Dari lima orang yang diamankan, dua orang akhir - nya ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus penipuan. Keduanya yakni Firwanto, 36, pemilik rumah dan Jeli Kar - pok, 25, yang juga tinggal di ru - mah mewah berlantai dua tersebut. Kapolresta Palembang Wah yu Bintono Hari Bawono mengungkapkan, tersangka terbukti melakukan penipuan.

Untuk modusnya, yakni ter - sangka meretas sistem Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan me ngubah verifikasi data se - jumlah rekening nasabah bank tersebut. "Total kerugian para na - sabah sebesar Rp1,2 miliar. Dampaknya, nasabah yang me - rasa tak melakukan penarikan uang, menuntut ganti rugi kepada korban (BRI)," kata Wahyu, saat dikonfirmasi. Wahyu mengatakan, pi hak - nya masih mendalami kasus yang dilakukan kedua te r - sangka.

"Kita amankan lima unit ponsel dan enam buku re ke - ning di antaranya BRI, BNI, BCA, dan Bank Sumsel Babel," terangnya.Kapolresta mene - gaskan, tersangka akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP ten - tang Peni puan. "Kita juga menjeratnya de - ngan Pasal 30 (3) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 3,4,5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," bebernya.

AJI Palembang: Pelaku Intimidasi Pers Harus Diproses Hukum

Aliansi Jurnalis Inde pen - den (AJI) Kota Palembang me - ngecam tindakan intimidasi dari aparat Polri terhadap jur - nalis Tribun Sumsel, Sri Hida - yatun, saat peliputan peng ge - re bekan diduga lokasi gem - bong peni puan online di Jalan Bungaran I, Kecamatan SU I, Palembang, Rabu (10/05). Sri yang juga Ketua Bidang Pe rempuan AJI Palembang, men ceritakan sejak pagi diri - nya yang mendapat tugas lipu - tan desk kriminal, mendapat informasi penggerebekan ga - bung an dari Polda Metro Jaya dan Polresta Palembang.

Ka - rena khawatir tidak men da - patkan momentum, dirinya bersama enam wartawan lain (cetak dan elektronik) lan g - sung menuju lokasi peng ge re - bekan. Setibanya di lokasi, Sri mengambil foto sekaligus video penggerebekan dari da - lam mobil begitu tiba di lokasi. Ternyata aksinya diketahui salah satu anggota polisi yang mengaku dari Polda Metro Jaya. "Hey, kamu lagi ngapain, kenapa ambil-ambil foto," kata Sri menirukan teriakan angg o - ta yang berpakaian preman tersebut.

Sambil tergesa-gesa, ang - gota yang tidak diketahui na - manya itu menuju mobil wa r - tawan dan menghampiri kor - ban yang duduk di bagian depan. “Saya turun dari mobil dan menolak untuk menye - rahkan handphone saya. Tapi dia terus mendesak sambil membentak saya, karena takut saya mem berikan handphone saya dan langsung dia meng - hapus se mua foto dan video liputansaya dari galeri," sesa l nya.

Atas kejadian ini, AJI Pa - lembang berharap pihak kepo - lisian untuk menindak apa rat yang nyata-nyata meng halangi tugas jurnalis. “Tin dakan ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada diproses hukum terhadap pela - ku,” tegas Ketua AJI Kota Pale - mbang Ibra him Arsyad.

adi haryanto/ yulia/rel

Berita Lainnya...