Edisi 12-05-2017
14 Ton Bawang Merah Dimusnahkan


MEDAN – Bawang merah ilegal seberat 14,3 ton serta 4.000 bungkus rokok tanpa pita cukai dimusnahkan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumatera Utara (Sumut) di Dermaga BC Sumut Jalan Karo, Belawan, Rabu (10/5).

Pemusnahan bawang merah 14,4 ton asal Malaysia itu terdiri dari 715 karung dengan berat masing-masing 20 kg, dilakukan dengan digiling menggunakan mobil pikap. Sementara 4.000 rokok tanpa pita cukai hasil tembakau berupa 14.450 batang rokok merek SMR, FRIO, dan Juara dimusnahkan dengan cara dibakar. Pemusnahan turut disaksikan perwakilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, Lantamal I Belawan, Kodam I/BB, Kepolisian Daerah (Polda) Sumut, Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Belawan, Ditpolair Polda Sumut, dan lain-lainnya.

KepalaSeksi(Kasi) Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil DJBC Sumut Bambang Prayoga mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan barang- barang yang termasuk ke dalam kategori larangan dan pembatasan impor, yang wajib memenuhi persyaratan dan perizinan atas pemasukan barangbarang tersebut ke dalam daerah kepabeanan.

Pemusnahan ini dilakukan setelah adanya putusan dari pengadilan. Kegiatan pemusnahan barang- barang yang termasuk kategori larangan dan pembatasan ini merupakan bentuk pelaksanaan fungsi dan tugas Bea Cukai Sumut terhadap penanganan barang hasil penindakan (BHP) pada Kanwil DJBC Sumut. “Hal ini sebagaimana yang ditentukan dalam Undang-Undang (UU) No10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana diubah dengan UU No17 tahun 2006,” kata Bambang.

Barang bukti berupa 4.000 bungkus rokok tanpa pita cukai hasil tembakau hasil operasi cukai yang dilakukan Kanwil DJBC Sumut beberapa waktu lalu. Sementara bawang merah yang hasil limpahan Ditpolair Polda Sumut tersebut merupakan tangkapan dari KM Sri Way GT.10 NO.1836/PHB/S.7 yang diamankan di wilayah perairan Bagan Batak, Tanjung Tambun Tulang, Kabupaten Asahan, pada 17 Maret lalu.

Kapal tersebut dinakhodai Hamdani, 29, warga Jalan Garuda Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai. Sementara anak buah kapalnya (ABK) ada tiga, yaitu, Wan Ibrahim 25, Azhar Tampubolon, 31, warga Kelurahan Gading, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, dan Samsul Bahri Simangunsong, 57, warga Kelurahan Semula Jadi, Pulau Simardan, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai.

“Nakhoda ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 102 junto Pasal 104 Nomor 17/2006 tentang Kepabeanan dengan ancaman maksimal 10 tahun dan denda Rp5 miliar,” ungkap Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Sumut AKBP Den Martin Nasution.

haris dasril




Berita Lainnya...