Edisi 12-05-2017
74 Persen PPDB Sesuai Nilai UN


MEDAN– Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) telah menetapkan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri melalui cara online .

Dari PPDB ini hanya 74 persen calon siswa yang diterima sesuai dengan nilai ujian nasional (UN) dan sisanya 26 persen untuk siswa tertentu sesuai persyaratan. Kepala Dinas Pendidikan Pemprovsu Arsyad Lubis mengatakan, untuk sistem penerimaan siswa baru tahun ajaran 2017/2018, pihaknya sudah menyusun aplikasi online serta sudah dilakukan pelatihan operatornya.

Aturan sistem penerimaan siswa baru ini sudah tercantum dalam Peraturan Gubernur Sumut dan prosesnya juga akan diawasi langsung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Sumut merupakan provinsi pertama yang melakukannya. Sebelumnya yang melakukan baru tingkat Kota Bandung dan Kota Surabaya,” kata Arsyad. Melalui sistem penerimaan siswa baru secara online , dipastikan tidak akan ada lagi yang namanya jual beli kursi di tingkat SMA/SMK.

Semua dilakukan online mulai dari pendaftaran, proses, dan pengumumannya. Seluruh nilai UN yang masuk melalui sistem online akan langsung dirangking sehingga meminimalisasi kecurangan. “Kami juga mengutamakan siswa yang berdomisili di dekat area sekolah. Oleh karenanya, semua sekolah itu unggulan dan tidak akan ada lagi kelas siluman ataupun siswa sisipan.

Sebab semua akan dilakukan melalui online ,” ucap Arsyad. Begitu juga ketika disinggung terkait penerimaan siswa baru sebanyak 26 persen sesuai dengan persyaratan tertentu, Arsyad mengatakan, hal itu juga akan dilakukan sesuai aturan. Siswa yang berkesempatan masuk melalui jalur 26 persen tersebut, yakni siswa yang berprestasi misalnya saat SMP meraih berprestasi dalam olimpiade siswa, siswa yang orang tuanya merupakan guru berprestasi, dan siswa miskin yang mendapatkan rekomendasi dari dinas sosial.

“Memang ada 26 persen kita berikan kelonggaran untuk siswa kategori tertentu, tapi itu juga akan benar-benar kita jalankan dan awasi,” kata dia. Untuk aplikasi sistem penerimaan siswa baru tersebut, Arsyad menyebutkan, pihaknya juga sudah menyiapkannya sehingga pada saat penerimaan siswa baru awal Juni nanti, seluruh perangkat dan SDM Disdik Sumut sudah siap.

“Kita sudah menggelar pelatihan operatornya dari seluruh kabupaten/ kota, ada 66 orang yang siap menanganiaplikasi online sistempenerimaan siswa baru,” ujarnya. Di tempat terpisah, Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut AbyadiSiregarmengatakan, meskipun Pemprovsu melakukan penerimaan siswa baru melalui online, pihaknya tetap mengawasi.

Hal itu karena selama ini PPDB sangat besar potensi kecurangannya. Misalnya, seperti penggelembungan jumlah siswa. Selain itu, juga adanya siswa siluman. Tiba-tiba ada siswa yang disisipkan di ruang kelas setelah proses penerimaan siswa selesai.

“Kecurangan PPDB yang terjadi selama ini jelas telah melanggar PP No 17/2010 serta Permendikbud Nomor 44 dan 45, maka kami akan tetap melakukan pengawasan nantinya. Apalagi ada 26 persen yang dibuka bukan berdasarkan nilai UN,” ujar Abyadi.

lia anggia nasution



Berita Lainnya...