Edisi 12-05-2017
BI Buka Kas Titipan di Kabupaten Karo


MEDAN – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) membuka kas titipan di Kabupaten Karo, Rabu (10/5). Kas titipan itu untuk memangkas biaya operasional dan menunjang kelancaran peredaran uang di Kabupaten Karo dan sekitarnya.

Bank pengelola kas titipan tersebut adalah BRI KC Kabanjahe. Sementara bank peserta yang akan memanfaatkan kas titipan sebanyak sembilan bank, yaitu BRI KC Kabanjahe, BRI KC Sidikalang, BRI KC Kutacane, Bank Sumut KC Sidikalang, Bank Sumut KC Kabanjahe, Bank Syariah Mandiri KC Kabanjahe, Bank Mandiri KC Kabanjahe, Bank Aceh Kutacane, dan BNI KC Kabanjahe.

Kas Titipan Kabanjahe merupakan kas titipan kedua yang dibuka oleh Kantor Perwakilan BI Sumut. Sebelumnya BI telah membuka kas titipan di BNI KC Tebingtinggi. Adapun jumlah kas titipan di Provinsi Sumut sebanyak enam, yaitu di Nias/ Gunung Sitoli, Balige, Padangsidimpuan, Rantauprapat, Tebingtinggi, dan Kabanjahe.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut Arief Budi Santoso mengungkapkan, salah satu fungsi BI adalah memastikan kelancaran sistem pembayaran dengan menyediakan uang tunai layak edar untuk masyarakat. Kantor kas titipan ini sebagai upaya BI untuk menjamin kelancaran transaksi pembayaran di masyarakat dan mendorong kemajuan perekonomian Kabupaten Karo.

“Kas titipan merupakan sebuah perpanjangan dari layanan kas Bank Indonesia yang dititipkan pada salah satu bank untuk mencukupi persediaan uang atau kas perbankan, guna memenuhi kebutuhan uang di suatu wilayah,” ungkap Arief.

Menurut Arief, seiring terus tumbuhnya perekonomian di daerah, maka kebutuhan uang juga meningkat. Sebagai catatan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Karo pada 2013 mencapai Rp12,36 triliun, kemudian naik pada 2014 menjadi Rp13,8 triliun dan pada 2015 mencapai Rp15,1 triliun. Adapun sektor unggulan pendongkrak ekonomi di wilayah itu adalah pertanian dan pariwisata.

Arief menjelaskan, adanya kas titipan tersebut tentu akan mendongkrak kontribusi perbankan dalam mendukung dua sektor pendorong ekonomi itu. Perbankan akan leluasa menyalurkan uang ke masyarakat seiring dengan peningkatan kebutuhan. “Adanya kas titipan ini juga akan memangkas biaya operasional perbankan, tanpa harus ke Medan untuk melakukan transaksi,” ungkapnya.

Wakil Bupati Tanah Karo Corry S Sebayang mengungkapkan, kehadiran kas titipan BI di daerah tersebut tentu akan sangat bermanfaat bagi perekonomian daerah. Pengoperasian kas titipan juga memberikan penghematan kepada perbankan yang beroperasi di Kabupaten Tanah Karo dan sekitarnya sehingga memudahkan perbankan menjaga stok uang untuk memenuhi fasilitas ATM. “Kami juga ingin menjaga agar pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karo bisa tetap tinggi,” tandasnya.

panggabean hasibuan

Berita Lainnya...