Edisi 12-05-2017
Gubsu Minta Masyarakat Jangan Mau Diadu Domba


MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi mengingatkan masyarakat agar jangan mau diadu domba dan hanya mementingkan ego sektoral. Hal tersebut dapat membuat perpecahan di kalangan masyarakat.

Untuk mengantisipasi hal itu, silaturahmi harus dijaga terutama dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat. Hal ini diungkapkan GubernurSumutdisela- selaacaraPembukaan Pekan Olahraga Pemuda se-Sumut Hizbul Wathan tahun 2017, yang digelar Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah di Lapangan SD 8 Muhammadiyah Medan, Kamis (11/5).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan Pekan Olahraga Pemuda se-Sumut Hizbul Wathan yang dirangkaikandenganMiladke- 85Pemuda Muhammadiyah. “Pendiri bangsa kita sudah lama mengingatkan bangsa ini agar kita bersatu, jangan mau diadu domba dan lebih mementingkan ego sektoral. Sebab, kalau kita tidak bersatu maka kita akan dengan mudah dicabik- cabik. Kita akan mudah dijajah kembali,” tandas Erry.

Karena itulah, kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan memperkuat silaturahmi diharapkan dapat lebih banyak digelar. Seperti halnya kegiatan yang dilakukan oleh pengurus Pemuda Muhammadiyah ini. Selama ini sudah banyak digelar kegiatan yang dapat mempersatukan komponen bangsa, bahkan kegiatan- kegiatan yang tidak ada dilakukan oleh negara lainnya.

Seperti Safari Ramadan yang tujuannya untuk meningkatkan silaturahmi dan mempersatukan umat. Begitu juga dengan kegiatan halalbihalal yang bertujuan meningkatkan silaturahmi. “Kegiatan ini tidak ada digelar negara lain, seperti Malaysia maupun negara Timur Tengah,” ujarnya. Ketua Umum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, kader pemuda Muhammadiyah harus dapat merawat integritas di mana pun berada.

Hal kedua yang harus dilakukan pemuda Muhammadiyah adalah meningkatkan produktivitas. Dahnil juga mengingatkan agar Pemuda Muhammadiyah jangan mau dipecah-belah. Selain harus berpegang teguh terhadap ajaran agama Islam, pemuda Muhammadiyah harus mampu merawat persatuan. “Pemuda Muhammadiyah harus dapat menghadirkan dakwah-dakwah yang menggembirakan, memajukan, serta menginspirasi, bukan dakwah yang memprovokasi dan menyesatkan,” paparnya.

lia anggia nasution

Berita Lainnya...