Edisi 12-05-2017
Dewabejo Hadang Operator Nakal


GUNUNGKIDUL– Konflik Pengelolaan ob jek wisata Gua Pindul kembali terjadi. Ter akhir, Kelompok Sadar Wisata (Pok - dar wis) Dewabejo menghadang pemandu operator Gelaran Indah (GI) yang me - ma sukkan wisatawan sendiri tanpa melalui pokdarwis.

Beruntung aksi tersebut sempat diketahui petugas kepolisian dan dilakukan musya wa rah sebelum terjadi insiden fisik. “Kami tadi sempat meng ha - dang kegiatan GI yang me - langgar kesepakatan dan ti dak meng hormati Pok dar wis De - wa bejo dalam pe nge lolaan Gua Pindul ini,” ung kap Koor - di na tor Dewa be jo Bagyo ke pa - da war tawan, kemarin.

Dia menjelaskan, langkah tersebut terpaksa dilakukan karena GI sudah berkali-kali melakukan pelanggaran kese - pa katan dalam memasukkan wisatawan. Sebelumnya, kata dia, GI juga melanggar kesepakatan sehingga ada perjanjian ter tulis yang disaksikan ka - polres. “Kali ini dilanggar lagi, makanya kami memang sempat menghadang,” kata perintis objek wisata Gua Pindul ini.

Namun demikian, pihak - nya akhirnya berusaha menahan diri dan membiarkan GI me masukkan wisatawan yang sudah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu. “Tadi kami juga diajak pertemuan ber sa - ma dan akhirnya kami me - nung gu sikap pemerintah be - sok pagi (hari ini),” katanya. Sementara, Koordinator Ope rator GI Sugito mengaku sudah siap dengan segala ri si ko yang akan dihadapi.

Me nu - rutnya langkah GI memasuk - kan wisatawan tidak melalui pok darwis bukan tanpa alas an. Se lama ini, kata dia, kesepaka t - an sudah berakhir dengan di - ben tuknya badan usaha milik desa. “Kami memiliki dasar, ma - kanya kami tetap memasukkan wisatawan sendiri,” ka tanya. Tidak hanya itu, selama ini pihak Pokdarwis Dewabejo ju ga tidak transparan dengan uang setoran sebesar Rp10.000 setiap wisatawan asal operator di luar pokdarwis yang disetor ke Dewabejo.

De ngan demikian, dia berharap BUMDes bisa se ge - ra mengambil alih pengelolaan sehingga lebih transparan dan akunta bel. “Kami memang se - pakat de ngan BUMDes, maka - nya lebih baik dikelola BUMDes daripada pokdarwis,” katanya. Dia pun siap melakukan per temuan dengan semua pe - mangku kepentingan, termasuk pemkab yang sudah memiliki aturan jelas mengenai pe - nye lenggaraan kegiatan wisata berbasis masyarakat tersebut.

“Kami berharap pemkab juga menggunakan aturan, tidak hanya asal menyelesaikan tanpa melalui pertimbangan disertai dasar aturan,” katanya. Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono menjelaskan, pihaknya me - mang akan mengupayakan pe - nye lesaian konflik di Pindul.

Ha nya saja, dibutuhkan sikap legawa semua pihak sehingga ada solusi terbaik mengatasi konflik yang sudah lama terjadi tersebut. Diakuinya keberadaan BUMDes memang dianggap sebagai sebuah solusi untuk mengatasi persoalan. Hanya saja, hingga saat ini masih dibutuhkan penguatan kelembagaan juga koordinasi lebih lanjut dengan pemkab. “Kalau se - mua sudah tertata dengan baik, akhirnya bisa dikelola BUMDes bekerja sama dengan operator. Makanya dibutuhkan kesiapan semua pihak, baik BUMDes maupun operator. Kami akan fasilitasi bersama,” ucapnya.

suharjono





Berita Lainnya...