Edisi 12-05-2017
Pemko Tebingtinggi Raih Penghargaan BKN


TEBINGTINGGI – Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi menerima piala dan penghargaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai pengelola kepegawaian terbaik 2017.

Selain itu, menjadi salah satu dari 12 pemerintah provinsi, kabupaten/kota yang terbaik dalam penataan aparatur sipil negara (ASN). Penghargaan tersebut diterima Sekdako Tebingtinggi H Johan Samose Harahap didampingi Kepala BadanKepegawaianPendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tebingtinggi H Erwin Suheri Damanik dari Kepala BKN Bima HariaWibisanadalamRakornas Kepegawaian di Jakarta, Rabu (10/5).

Hal itu terungkap dari siaran pers disampaikan Kabag HumasBambangSudaryonokepada wartawan, Kamis (11/5). Johan Samose Harahap dalam acara itu mengatakan, prestasi yang dicapai ini merupakan sebuah hasil kerja keras BKPP mengelola administrasi kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kota Tebingtinggi. “Dan yang paling penting lagi adalah patuh dan taatnya 3.000 lebih ASN dengan memenuhi segala administrasi secara tertib sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata dia.

Menurut Sekdako, kemudahan- kemudahan tetap diberikan kepada para ASN dalam mengurus berbagai keperluan administrasinya, seperti urusan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, dan lain-lain. “Jika sudah sesuai dengan UU dan peraturan akan segera diselesaikan,” ujarnya. Kepala BKPP Erwin Suheri Damanik melalui Kabag Humas Bambang Sudaryono menyampaikan apresiasi kepada segenap ASN di lingkungan Pemko Tebingtinggi yang telah dengan tertib dan teratur mematuhi dan memenuhi semua administrasi kepegawaiannya.

“Kami di BKPP hanya mengelolanya dan menjalankan segala peraturan yang berkaitan dengan administrasi kepegawaian, tanpa dukungan dari para segenap ASN, tentunya kami tidak bisa berbuat apa-apa karena segala konsekuensinya ASN itu sendiri yang menerimanya,” ujarnya. Menurut Erwin, seiring dengan kemajuan zaman, BKPP Tebingtinggi saat ini juga telah menerapkan sistem e-administrasi.

Layanan ini untuk mempermudah akses para ASN dalam pengurusan administrasi kepegawaiannya dan sekaligus antisipasi adanya pungutan liar (pungli). “Selain mengurusi administrasi ASN sejak dari awal hingga menjelang pensiun, kami juga berupaya mempersiapkan para ASN yang menjelang pensiun dengan melakukan training job,” katanya.

perayudi syahputra





Berita Lainnya...