Edisi 12-05-2017
Polisi Masih Kumpulkan Keterangan Saksi


DOLOKSANGGUL - Kepolisian Resor (Polres) Humbang Hasundutan (Humbahas) masih mengumpulkan keterangan saksi seputar kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru honorer kepada sejumlah siswi di SD negeri di Desa Sipituhuta, Kecamatan Pollung.

Humas Polres Humbahas Iptu R Sianipar mengatakan, saat ini tersangka FS masih dalam pemeriksaan khusus. Sementara jumlah pelapor belum bertambah dari sembilan anak yang melapor sebelumnya. Polisi terus mengumpulkan data pendukung untuk pengembangan kasus ini. “FS sendiri masih dalam status tahanan kita guna pemeriksaan dan pengembangan kasus.

Kami akan mengambil tindakan- tindakan yang dibutuhkan untuk penanganan kasus ini, termasuk pemeriksaan psikologi si tersangka apabila dibutuhkan untuk penyelidikan,” kata Iptu R Sianipar di Doloksanggul, Kamis (11/5). Polres Humbahas sangat berhati-hati dalam penanganan kasus itu karena korban masih anak-anak, yang dilindungi secara khusus oleh undang-undang.

Penanganannya pun harus melibatkan sejumlah pihak, termasuk orang tua para korban. “Jadi tidak mudah untuk mengumpulkan datanya, dan kami berharap semua pihak bersabar agar penanganan kasus ini dapat segera selesai,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Humbahas Jamilin Purba mengatakan, pihaknya sebagai pengelola pendidikan merasa kecolongan atas peristiwa tersebut.

Apalagi dari informasi yang diperoleh, tindakan bejat oknum guru honorer tersebut sudah dilakukan selama berbulan-bulan. Hal ini dianggap menunjukkan pengelola sekolah juga telah teledor. Untuk itu, dia telah memanggil dan mengingatkan kepala sekolah agar memperbaiki kesalahan yang terjadi di SD Sipitu Huta itu. “Kami percayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Karena apa pun kejadiannya, kita harus mengedepankan hukum sebagai mahkota untuk mencari keadilan.

Kami juga berharap kepada para orang tua siswa mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” ungkapnya. Jamilin juga sudah memerintahkan kepala sekolah di SD Sipitu Huta mempersiapkan proses pemecatan oknum guru honorer yang melakukan pelecehan seksual. Tindakan yang dilakukan FS sebagai tenaga pengajar sudah mencoreng dunia pendidikan. “Kami meminta kepada sekolah mengambil tindakan apabila sudah ada vonis terhadap FS,” katanya.

baringin lumban



Berita Lainnya...