Edisi 12-05-2017
Bisnis Daring Tumbuh Pesat, April Tembus Rp250 Triliun


SURABAYA – Potensi pasar bisnis daring atau financial technology (fintech)di Indonesia tahun ini diprediksi mencapai Rp1.000 triliun. Rata-rata pertumbuhan pertahun hingga 50%.

Hingga April 2017, transaksi sudah menyentuh angka Rp250 triliun. Angka tersebut mengacu data dari Lembaga Riset Telematika Sharing Vision. Dengan pertumbuhan transaksi yang mencapai 50%, dalam sepuluh tahun ke depan, fintech berpotensi menyamai atau bahkan menyalip industri perbankan konvensional. “Memang transaksi bisnis daring tiap tahun terus meningkat.

Bahkan di perusahaan kami, tahun lalu pertumbuhan transaksi mencapai 40%,” ujar Direktur Utama PT Bangun Usaha Mandiri Sukses Sejahtera (BUMSS) Saiful Mekhminin, kemarin. BUMSS merupakan perusahaan penjualan tiket secara daring. Baik itu tiket pesawat, kereta api dan lain-lain. Dalam sehari, perusahaan tersebut mampu mencatat transaksi senilai Rp2 miliar.

Dengan pertumbuhan bisnis daring yang sangat pesat seperti sekarang, BUMSS optimistis, selama tahun ini, rata-rata transaksi per hari bisa mencapai Rp20 miliar. “Untuk mencapai target transaksi tersebut, kami terus melakukan perbaikan dan penambahan fitur,” ujar Saiful. Salah satu penambahan fitur adalah layanan transaksi menggunakan dolar.

Menurut Saiful, selama ini transaksi menggunakan mata uang asing masih belum. Selain, pihaknya juga akan menambahkan fiturfotur diskon dalam beberapa produk yang dijual. Melihat bisnis fintech yang terus bertumbuh, PT BUMSS mengembangkan aplikasi Gi- Mart. General Manager Gi-Mart Agustin Adi mengatakan, aplikasi ini diciptakan untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga.

lukman hakim

Berita Lainnya...