Edisi 12-05-2017
Cegah Kartel Bahan Pokok Jelang Puasa


SURABAYA– Harga bahan pokok di pasar tradisional di Surabaya mulai bergejolak menjelang Ramadan. Pemerintah pun dituntut untuk bisa menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Bulog bersama dengan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) diharapkan bisa mencegah kartel perdagangan bahan pokok. Ratmi, salah satu pedagang di Pasar Wonokromo menuturkan, harga bahan pokok yang paling mencolok kenaikannya adalah bawang putih. Harga bawang putih sempat menyentuh Rp70.000 per kilogram (kg). Sempat ada penurunan, namun harganya tetap di atas batas normal. “Harga beras, daging, ayam maupun gula masih normal.

Kalaupun ada kenaikan seperti ayam dan beras itu tak terlalu tinggi,” ujar Ratmi, kemarin. Kepala Bulog Divre Jatim Usep Karyana menuturkan, pemerintah tetap hadir di masyarakat untuk mencegah permainan harga bahan pokok. Menjelang Ramadan memang kerap dijadikan momentum untuk memainkan harga bahan pokok. “Pemantauan terus kami lakukan, baik itu dari KPPU maupun kepolisian. Upaya menstabilkan harga tetap dilakukan terus sampai menjelang puasa nanti,” ungkapnya.

Bulog, lanjutnya, juga memaksimalkan Rumah Pangan Kita (RPK) untuk mengontrol harga sehingga tidak ada permainan harga yang bermunculan di berbagai pasar. Semua komoditas juga terus dipantau untuk tetap stabil sampai Lebaran nanti. DPRD Jatim juga mendesak KPPU untuk aktif memantau harga hingga pendistribusian bahan pokok. Upaya itu dilakukan untuk mencegah adanya kartel perdagangan bahan pokok jelang Ramadan hingga Lebaran 2017.

Anggota Komisi B DPRD Jatim Pranaya Yudha menuturkan, perlu adanya pengawasan bahan pokok di Jatim karena sarat akan permainan. Makanya oknum yang “nakal” dengan mudah memainkan harga bahan pokok menjelang Ramadan. ”Jangan sampai masyarakat kesusahan untuk pemenuhan bahan pokok saat Ramadan. Meski sudah ada subsidi ongkos angkut dari Pemprov, namun hal tersebut bukan jaminan kalau harga-harga bahan pokok di Jatim akan bisa dikendalikan atau tetap stabil,” papar politikus Partai Golkar ini.

Pranaya juga menjelaskan, pihaknya berharap Disperindag Jatim mengintensifkan kegiatan operasi pasar di seluruh kabupaten/kota yang tepat sasaran. Langkah itu minimal bisa mengurangi permainan harga dan mempersempit ruang gerak pelaku kartel bahan pokok. ”(Operasi pasar) masuk ke pelosok-pelosok sehingga bisa mengena ke masyarakat di bawah. Jangan operasi pasar yang mudah dijangkau masyarakat tapi hanya di perkotaan.

Ini yang sering saya jumpai selama ini dan saya berharap Disperindag Jatim melakukan evaluasi tata cara operasi pasarnya,” jelasnya. Ia pun berharap adanya koordinasi intensif Disperindag Jatim dengan Bulog. Langkah bersama yang dilakukan diharapkan mampu membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dapur selama Ramadan nanti. ”Saya pikir tentunya kepala dinas Disperindag tahu apa-apa yang harus dilakukan agar harga-harga kebutuhan bahan pokok di Jatim tetap stabil,” paparnya.

aan haryono/ zaki zubaidi

Berita Lainnya...