Edisi 12-05-2017
Kreasi Busana Batik Anne Avantie


SURABAYA – Bulan ini bisa dibilang sebagai bulan fashion di Surabaya. Beragam fashion show digelar sepanjang bulan ini. Tak hanya dalam rangka memperingati Hari Jadi Surabaya, juga peragaan busana tren terbaru 2017.

Salah satu pagelaran fashion yang menjadi sorotan para pencintabusana, yaknihadirnyadesainer papan atas Anne Avantie yang meramaikan tren batik dan kebaya. Bunda Anne -sapaan desainer asal Semarang inikemarin menampilkan 20 busana batik dan kebaya yang terdiri atas dua karakter busana, yakni busana dengan warna-warna cerah dan warna pastel.

Ketika ditanya tentang jenis batik yang digunakan, Anne selalu menjelaskan bahwa batik tidak perlu dibeda-bedakan antara batik tulis, cap, dan printing. Alasannya, semua jenis batik ini tetap ada sentuhan Indonesianya. Oleh karena itu, Anne juga menggunakan beragam batiktersebutdengantetapmengusung sentuhan tangan Anne Avantie sehingga hasilnya bisa berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri.

“Bagi saya, batik itu sebuah budaya yang tidak bergantung pada pilihan batiknya saja, tetapi perlu sentuhan kreativitas yang selangkah lebih maju. Karena itulah, saya mengolah batik- batik ini dengan sentuhan tangan gaya Anne Avantie,” kata Anne saat dijumpai di butiknya, The Heritage Anne Avantie yang baru pertama kali buka dan satu-satunya di Ciputra World Surabaya.

Tema “Heritage” sengaja diangkat karena batik memang kain warisan budaya. Anne membuat beragam inovasi batik dan kebaya. Batik dikemasnya menjadi lebih indah. Seperti yang terlihat dalam pagelaran busana kemarin. Beragam batik dengan bentuk dress dan celana juga ditampilkan. Keunikan dari karya Anne ini terlihat dari pemilihan warna yang memberi kesan elegan.

“Padu padan warna biasanya kalau dalam satu busana ada warna cerah, selalu saya tambahkan dengan warna peredam sehingga sentuhannya menjadi berbeda dan tidak terlihat norak,” ujar Anne. Meski publik Surabaya kebanyakan suka warna cerah dan memiliki market terbesar bagi Anne setelah Jakarta, Anne tetap berkomitmen untuk mengenalkan busana dengan ciri khasnya. Bahkan hal ini juga termasuk dari bagian edukasi fashion.

Menurut Anne, mengenalkan busana yang berkarakter lewat batik dan tidak harus menggunakan warna cerah, tapi bisa dengan padu padan warna. Contohnya untuk batik warna cerah seperti hijau tua dipadukan dengan warna batik cokelat. Setiap busana selalu ada sentuhan brokat serta lace yang rata-rata menggunakan warna pastel. Hanya sebagian yang menggunakan warna cerah, seperti merah marun untuk tambahan aksen pada bagian bawah dress.

Sebagian masyarakat memang menunggu karya Anne Avantie di Surabaya. Salah satunya Caroline W. Dia mengaku tertarik dengan rancangan Anne karena memiliki ciri khas tersendiri. Apalagi tiap busananya didesain global sehingga bisa dikenakan untuk perempuan dewasa berusia berapa pun. “Saya tahu rancangan Bunda Anne selalu baru dan memiliki karakter. Alasan ini yang membuat saya tertarik untuk hadir dan melihat desain-desain terbaru rancangan beliau,” pungkas Caroline.

mamik wijayanti


Berita Lainnya...