Edisi 12-05-2017
Lima Hari Terseret Ombak, Petani Ditemukan Tewas


MALANG – Putu Setiawan, 23, korban terseret ombak saat memancing, ditemukan tewas. Korban lain Setyono Adi berhasil menyelamatkan diri.

Keduanya merupakan warga Desa Sidoarsi. Musibah itu terjadi saat keduanya sedang asyik memancing. Namun, tanpa disangka, ombak besar datang dan menggulung keduanya ke tengah laut. Seorang anggota Tim SAR Yusak Sarianto mengatakan, Putut Setiawan ditemukan nelayan setempat pada Kamis (11/5) sekitar pukul 14.00 WIB di Pantai Perawan atau sekitar 2 mil dari lokasi asal korban memancing.

“Nelayan yang temukan. Tim SAR sendiri selama lima hari berusaha mencari korban, namun baru ditemukan tadi siang (kemarin) oleh salah seorang nelayan. Saat ditemukan korban sudah tewas,” kata dia kemarin. Korban bersama rekannya mengalami musibah di laut pada Minggu (7/5) sekitar pukul 07. 00 WIB. Dalam kejadian tersebut, rekan korban Setyono Adi berhasil menyelamatkan diri.

Yusak Kriswanto mengaku medan di lokasi korban memancing sangat sulit. Tim SAR hanya bisa menyisir wilayah daratan sejauh 2 mil laut dari Pantai Prabon yang masih di wilayah Sidoarsi. Kendala lain, ombak yang tidak bersahabat dipicu angin kencang, membuat proses pencarian semakin sulit dilakukan.

“Selama pencarian kami hanya menyisir daratan dan tidak bisa masuk laut karena ombak besar,” aku dia. Korban adalah seorang petani yang beralamat di Desa Sidoarsi, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Selain bertani, korban juga diketahui hobi memancing. Sebelum maut menjemput, korban sering menyalurkan hobinya dengan memancing ikan di laut.

yosef naiobe



Berita Lainnya...