Edisi 12-05-2017
Dinilai Provokasi, 8 Orang Diamankan


YOGYAKARTA– Delapan orang diamankan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta, Rabu (10/5) malam. Kedelapan orang ini diamankan lantaran dinilai menjadi provokator dalam aksi di kawasan Tugu Yogyakarta.

Hingga kemarin, kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap delapan orang tersebut. Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Tommy Wibisono mengatakan, tidak ada toleransi bagi siapa pun yang mencoba mengusik keamanan Yogyakarta. Delapan orang yang ditangkap dinilai memprovokasi dan dapat mengganggu aksi di Tugu Yogyakarta.

“Mereka langsung ditangkap begitu terindikasi sebagai provokator. Kami tidak ingin Yogya tidak aman gara-gara segelintir orang yang akan merusak citra Yogya sebagai kota wisata, kota pelajar, dan kota budaya,” ujar Tommy. Dia mengatakan, penangkapan bermula saat digelar aksi di kawasan Tugu Yogyakarta sebagai bentuk dukungan terhadap terdakwa penista agama, Basuki Tjahaya Purnama yang telah divonis dua tahun penjara.

Tak lama, sekelompok orang mendatangi lokasi dan menggeber sepeda motornya sambil berteriak. Polisi kemudian menangkap empat orang yang dinilai provokator. Tak lama kemudian, datang kembali rombongan sekelompok orang dan berteriak di lokasi. Tak mau mengambil risiko, polisi kembali menangkap dua orang, sedangkan lainnya kabur.

Terakhir, kembali sekelompok orang datang dan berteriak seperti dua kelompok sebelumnya sehingga petugas terpaksa mengamankan dua orang yang dinilai provokator. “Totalnya ada 8 orang yang kami amankan dalam tiga tahap. Identitas belum bisa kami sampaikan karena masih didalami petugas. Pada saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan tongkat besi,” terangnya.

Ia menambahkan, kepolisian masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap delapan orang terkait perannya masing-masing. Polisi juga mendalami dalang yang memerintahkan sekelompok orang bergerak ke Tugu Yogyakarta. “Pasti ada yang menggerakkan untuk berkumpul dan melakukan provokasi. Itu yang sedang kami dalami dan cari orangnya.

Perkara ini tetap kami proses sesuai perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya. Sementara itu, Forum Umat Islam DIY melalui pesan berantai yang dikirim kemarin menjelaskan, sore hari sebelum aksi, FOUmendengaradasekelompok orang mengatasnamakan Aliansi Merapi akan menggelar aksi di Tugu Yogyakarta. FUI menilai selebaran dan broadcast yang dikirim cukup provokatif. Di antaranya menuding mayoritas telah melakukan ketidakadilan hukum, rasis, melakukan politisasi agama, antikebinekaan dan intoleransi.

sodik

Berita Lainnya...