Edisi 12-05-2017
2,4 Juta Keluarga di Jateng Dapat Jatah Rastra


SEMARANG - Jatah beras sejahtera (rastra) untuk wilayah Jateng pada 2017 dialokasikan untuk 2.440.902 keluarga penerima manfaat (KPM), dengan jumlah rastra mencapai 439.362.360 kilogram untuk 12 kali penyaluran.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran rastra yang ada di wilayahnya, agar penyalurannya bisa tepat sasaran. “Setiap bulan tim ini melakukan monitoring ke lapangan hingga ke desa untuk melaksanakan pengawasan dan pembinaan (program rastra),” katanya di Semarang kemarin.

Dengan pengawasan intens, penyaluran beras bersubsidi di Jawa Tengah itu pada tahun lalu dinyatakan berhasil karena persentase penyaluran rastra mencapai 100% dan tanpa adanya tunggakan harga tebus rastra (HTR). Suksesnya penyaluran rastra itu tak lepas dari kerja keras tim kelompok kerja monitoring dan evaluasi di enam eks karesidenan. Program rastra di Jawa Tengah berlanjut tahun ini, yaitu menyasar 2.440.902 keluarga penerima manfaat.

Sementara itu, penyaluran bantuan pangan nontunai (BPNT) akan dilaksanakan secara bertahap di enam kota terlebih dulu dengan pagu sejumlah 109.701 KPM. Masing-masing KPM berhak atas paket komoditas pokok senilai Rp110.000 untuk 12 bulan. “Mudah-mudahan pelaksanaan program-program ini dapat berjalan dengan baik dan memenuhi asas enam tepat, yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi,” papar Heru.

Heru juga berharap kepala desa dapat mengelola dana desa dengan baik. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak lapangan pekerjaan baru yang dapat diakses oleh keluarga kurang mampu. “Sehingga mereka mampu menebus rastra sesuai dengan harga subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujar dia. Kades diharapkan cukup cerdas. Ada dana desa, mestinya lapangan kerja semakin terbuka.

Keluarga miskin tentunya yang diutamakan (untuk mengakses lapangan kerja). “Bayarannya mungkin bisa disinkronkan denganpencairanrastra. Jadiketika rastra cair, keluarga miskin sedang punya duit (untuk menebusnya),” saran mantan bupati Purbalingga itu.

Dalam kesempatan tersebut, Heru mengatakan menjelang pelaksanaan Ramadan dan Lebaran, pihaknya juga siap melakukanpengendalianhargabahan pokok yang harganya biasa mengalami kenaikan. Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jateng Ikhsan Mustofa meminta kepada pemerintah agar memastikan pasokan pangan aman jelang Ramadan dan Lebaran 2017.

Biasanya menjelang Ramadan dan Lebaran, harga-harga sembako di pasaran mengalami kenaikan karena permintaan masyarakat meningkat “Ketika terjadi kenaikan harga yang tak terkendali maka pemerintah harus melakukan intervensi,” ucapnya.

amin fauzi




Berita Lainnya...