Edisi 12-05-2017
Imbang, PSIS Tetap di Puncak


REMBANG - PSIS Semarang sukses menahan imbang PSIR Rembang di Stadion Krida Rembang 1-1 pada lanjutan Liga 2 Grup 4, kemarin.

Tim tamu sedikit bisa tersenyum setelah penyerang Erik Dwi Ermawansyah menyamakan kedudukan pada menit ke-86 lewat tandukan memanfaatkan crossing dari Taufik Hidayat dari sisi kanan pertahanan Laskar Dampo Awang . Gol ini membuyarkan pesta PSIR setelah sempat unggul di menit-72 dari Yoni Ustaf melalui setpiece atautendanganbola mati, setelah salah satu rekannyadilanggarSafrudinTahardi dekat garis pertahanan.

Hadiah tendangan bebas itu pun berhasil dimanfaatkan dengan baik dan berhasil menggetarkan jala yang dikawal Awan Setho Raharjo, eks pemain Tim Nasional U-19. Hasil seri ini berimbas positif pada peringkat Laskar Mahesa Jenar yang tetap kokoh di puncak dengan koleksi poin 10, peringkat dua ditempati oleh Persis Solo (7) dan posisi ketiga PSIR Rembang (6).

Pelatih PSIS Subangkit mengapresiasi kinerja anak asuhnya yang sudah bermain total di lapangan sepanjang pertandingan. Johan Yoga Utama dkk sudah menjalankan instruksi strategi yang diterapkan dalam laga kandang kedua tersebut. “Anak-anak sudah menjalankan instruksi dengan baik. Hanya saja tadi ada hal yang saya sayangkan, pelanggaran di dekat garis 16 yang bisa dimanfaatkan lawan. Saya minta pemain lebih bersabarlah,” kata pelatih asal Pasuruan, Jawa Timur tersebut seusai laga.

Pada babak pertama, tim tamu menggunakan strategi lebih bertahan dengan memasang tiga pemain belakang. Menariknya, ada Ruud Gullid, gelandang bertahan yang dirotasi ke belakang, dengan tandem Rio Saputra dan Anhar Latif. Setelah kemasukan gol, Subangkit mengubah formasi dengan empat pemain belakang dan fokus pada skema menyerang.

Di babak kedua, Ruud Gullid pun ditarik dan dimasukkan Erik Dwi. Sebelumnya, Johan Yoga yang terpincang-pincang ikut ditarik dengan memasukkan pengganti, yakni Franky Mahendra. Masuknya Ahmad Agung menggantikan gelandang bertahan Saddam Sudarma cukup berpengaruh dalam membagi bola ke depan. Serangan yang dibangun tim tamu pun membuahkan hasil, setelah Erik Dwi sukses menanduk bola meski kiper PSIR Yogi berusaha menangkap sembari meloncat.

Erik pun mencatatkan namanya di papan skor, sekaligus menjadi sosok penyelamat PSIS dari kekalahan. Wasit Nendi Rohaendi dari Bandung dalam laga itu menghadiahi wing back PSIS Safrudin Tahar kartu kuning karena melakukan tackling keras, yang berbuntut tendangan bebas dan membuahkan gol bagi tim oranye. Pertandingan di bawah terik matahari yang menyengat itu berjalan menarik karena kedua tim sama-sama saling menyerang dan memiliki peluang emas.

Pelatih PSIR Hadi Surento mengakui anak asuhnya sedikit kurang tenang dalam pertandingan tersebut sehingga banyak peluang mencetak gol terbuang sia-sia. Sebenarnya timnya bisa lebih mencetak gol lebih dari satu karena sering mendapatkan serangan balik. Dalam laga tersebut, pertandingan berlangsung sangat menarik karena kedua tim saling jual-beli serangan. “Evaluasi tentu ada, khususnya di lini tengah dan depan. PSIS tampil cukup baik,” ucapnya.

arif purniawan









Berita Lainnya...