Edisi 12-05-2017
Promosikan Wisata lewat Media Sosial


Sebuah komunitas lahir acap kali dilatarbelakangi adanya kesamaan hobi. Tak terkecuali lahirnya komunitas Generasi Pesona In do nesia (Genpi) Chapter Ja - teng.

Komunitas ini lahir lan - taran anggota-anggotanya me miliki hobi menjelajah ber - bagai tempat wisata di Jawa Tengah. Komunitas yang dibentuk di Kota Semarang pada 13 Ma - ret 2017 ini meski masih baru, jumlah anggotanya sudah pu - luhan orang. Salah seorang anggota ko - munitas Genpi Jateng, Ghozali Qodratullaha, mengatakan komunitas ini lahir awalnya diinisiasi Kementerian Pari wisata.

Anggotanya para pelan - cong yang punya perhatian khusus terhadap perkembangan potensi wisata di daerah masingmasing. Misinya untuk mempromosikan tempattempat wisata lewat dunia maya. “Tidak hanya objek wisata saja, tapi juga hal-hal yang berkaitan dengan pariwisata. Seperti kuliner, tempat nongkrong, dan lain sebagainya,” kata dia kemarin. Agenda kegiatan yang digelar Genpi Jateng masih minim.

“Karena umur kami masih beberapa bulan, jadi masih merintis dulu. Belum banyak kegiatan,” ucapnya Meskipun demikian, komunitas ini juga kerap dilibatkan dalam beberapa even t penggiat wisata. Beberapa waktu lalu Genpi Jateng ikut menggarap acara yang digeber Mas dan Mbak Jateng di Desa Wisata Ambarawa. Mereka diminta meliput acara tersebut untuk kemudian diviralkan. Genpi Jateng yang dihuni 43 anggota ini juga saling berbagi dan diskusi mengenai pariwisata lewat grup media sosial (medsos).

Melalui medsos, anggota komunitas ini juga diminta memberikan tanda “like “ dan membagikan informasi obyek wisata itu ke berbagai jejaring medsos. Entah berbentuk foto, video, atau artikel yang mengulas seputar pariwisata. “Saat Genpi Jateng lahir, motonya one like one share ,” ucap Ghozali. Genpi Jateng juga punya jargon unik, yaitu “Wani Tombok” atau dalam bahasa Indonesia berarti berani tekor.

Artinya, para anggota berani merogoh kocek pribadi demi melancong. Menikmati penjelajahan ke tempattempat wisata. Meski begitu, anggota Genpi Jateng masih sekadar menjadi penikmat pariwisata. Belum ada obsesi untuk mengkritisi soal destinasi wisata yang ada.

“Kami masih sebatas mempromosikan wisata saja, belum mengkritisi,” ujar Ghozali. Seluruh anggota komunitas ini tergolong kompak. Jiwa kekeluargaannya cukup tinggi. Jika ada anggota yang ingin melancong ke daerah lain, pasti disambut dan diantar jalan-jalan oleh anggota setempat.

MIN FAUZI

Kota Semarang


Berita Lainnya...