Edisi 12-05-2017
PDIP Tetapkan 4 Kriteria Cagub


BANDUNG – PDIP Jabar telah menentukan empat kriteria yang harus dipenuhi calon gubernur yang bakal diusung maju dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018, mendatang.

Sekretaris DPD PDIP Jabar Abdy Yuhana mengatakan, sesuai pesan Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri, calon gubernur Jabar yang diusung PDIP harus memiliki empat kriteria yakni memiliki aksesibilitas yang baik, bebas korupsi, berakhlak mulia, dan berideologi Pancasila. “Calon dari PDIP secara resmi akan diberikan rekomendasi oleh ketua umum,” ungkap Abdy saat dihubungi melalui telepon selulernya, kemarin.

Dia menyebutkan, untuk memenuhi kriteria tersebut PDIP segera melakukan proses penjaringan bakal calon gubernur Jabar dan bakal calon bupati/wali kota yang akan berlangsung 20 Mei hingga 6 Juni 2017 mendatang. Penjaringan ini sifatnya terbuka, sehingga tokoh-tokoh Jabar, bahkan tokoh dari lintas partai pun bisa ikut mendaftar.

Abdi menjelaskan, penjaringan bakal calon kepala daerah ini dilakukan serentak se-Indonesia. Pembukaan pendaftaran tanggal 20 Mei sengaja dipilih karena bertepatan dengan hari kebangkitan nasional. Sementara penutupan 6 Juni bertepatan dengan lahirnya mantan presiden Soekarno. “Waktunya sudah ditentukan oleh DPP, kami yang berada di daerah tinggal melaksanakannya,” ujar Abdy.

Setelah pendaftaran, para bakal calon kepala daerah akan diseleksi secara administrasi. Jika lolos, dilanjutkan pada psikotes serta tes kemampuan dan kepatutan (fit and proper test). “Dan bagi yang lolos akan diikutsertakan dalam sekolah politik. Di sekolah politik mereka akan dibekali cara memimpin daerah yang baik serta berpihak terhadap rakyat,” terangnya.

Abdy menyebutkan, lima tokoh Jabar diprediksi akan ikut mendaftar. Namun begitu, kata Abdy, karena penjaringan sifatnya terbuka, dia yakin jumlahnya lebih dari lima orang. “PDIP memiliki informan hingga tingkat desa. Dari hasil informan, ada lima nama yang kemungkinan akan mengikuti penjaringan di PDIP,” katanya. Agar penjaringan berjalan sukses, lanjut Abdy, sosialisasi sudah jauh-jauh hari dilakukan.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan DPC se-Jabar untuk memilih bakal calon bupati/ wali kota. “Untuk pendaftaran bakal calon gubernur diselenggarakan di sekretariat DPD PDIP Jabar, sementara penjaringan bakal calon bupati/wali kota di DPC masing-masing,” tandasnya. Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar Ade Komarudin menegaskan menyatakan, Partai Golkar akan terus mempersiapkan dan merekomendasikan kader untuk maju dalam Pilgub Jabar dan Pilkada Serentak 2018, mendatang.

Menurut Ade, sejauh ini nama yang sudah santer mendapat dukungan adalah Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang bakal maju dalam pelaksanaan Pilgub Jabar mendatang. Menurut dia, kader Golkar yang didorong maju bukan hanya untuk pilgub, tetapi juga berlaku untuk calon bupati/wali kota yang akan melaksanakan pilkada serentak 2018.

Terkait kedatangan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang menemui Ketua Umum Golkar Setya Novanto beberapa waktu lalu belum tentu mendapatkan dukungan. Ade menyebutkan, DPP Golkar tidak hanya berpatokan terhadap hasil survei. Menurut dia, Ridwan Kamil memang memiliki elektabilitas dan popularitas lebih baik dari Dedi Mulyadi. Namun, keputusan itu tidak akan dijadikan patokan. “Teorinya begitu, bagus sebenarnya. Tapi kan bukan itu (saja) faktornya.

Kalau saya ngobrol sama pemenang pilpres, ternyata survei bukan satu-satunya. Sekarang begini deh, dulu mohon maaf, waktu (Pilgub Jabar) periode pertama pak Aher (Ahmad Heryawan) tidak diunggulkan tapi menang, lalu waktu Pilgub DKI Pak Joko Widodo lawan Foke, kemarin Anies dengan Ahok, itu saja. Jadi survei itu tidak menjamin, (ada) tangan Tuhan yang bekerja,” kata Ade.

Terpisah, struktur Partai Golkar Jabar terus merampungkan berkas dukungan terhadap Dedi Mulyadi untuk maju di Pilgub Jabar 2018 mendatang. Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, dukungan kepadanya untuk maju di Pilgub Jabar datang dari seluruh struktur partai, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan. Dukungan ini dibuktikan melalui surat pernyataan resmi dari masing-masing pengurus di tingkatan tersebut. “Sekarang berkasnya hampir selesai (terkumpul semua),” ungkap Dedi.

Menurut Dedi, dukungan tertulis ini merupakan permintaan DPP Partai Golkar sebelum resmi menyatakan mengusung Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur Jabar. “DPP meminta melengkapi persyaratan administrasi. Melengkapi dukungan dari 5.300-an desa/kelurahan, 600 kecamatan-an, dan 27 kabupaten/ kota,” sebutnya. Jika semua berkas dukungan tersebut telah terkumpul, kata Dedi, maka DPP Golkar akan segera mendeklarasikan pengusungan dirinya. “Waktunya terserah DPP, tapi katanya Juni,” ujarnya.

agung bakti sarasa/ didin jalaludin


Berita Lainnya...