Edisi 19-05-2017
Pelajar Tewas Dibantai Dalam Pelukan Ibunya


TANGERANG - Seorang pelajar bernama Raul, 14, tewas dibantai dalam dekapan ibunya, Ipoh, 45, oleh dua orang tak dikenal di rumahnya pada Rabu (17/5) malam.

Korban yang menderita luka tusuk di bagian leher dan tubuhnya tewas sebelum mendapatkan pertolongan medis. Dari informasi yang dihimpun, pembunuhan sadis tersebut terjadi di Kompleks Taman Kedaung, Jalan Mawar 12 Blok D4 /14, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan.

“Sebelum terjadi peristiwa menggegerkan itu, ada dua orang yang datang ke rumah korban berinisial M dan A. Mereka sebelumnya datang ke warnet tempat Raul bekerja, minta diantarkan ke ibunya di rumah untuk meminjam uang,” kata Basuki, 70, tetangga korban. Menurut dia, saat itu Raul langsung mengantarkan kedua orang tersebut ke rumahnya.

Kedua tamu yang diketahui berjenis kelamin pria dan wanita namun bukan suamiistri itu, lalu membujuk Ipoh untuk memberikan pinjaman. “Mereka ingin meminjam uang kepada Ipoh sebesar Rp10 juta, tetapi tidak diberikan. Kesal permintaannya tidak dipenuhi Ipoh, mereka marah dan langsung menyerang Ipoh dengan obeng,” katanya.

Melihat kejadian itu, kata dia, Raul langsung memasang badan berupaya melindungi dengan cara memeluk ibunya. Namun, upaya tersebut malah membuat para pelaku menyerang korban dengan membabi buta. “Saat saya menolong sebelum dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, Ipoh yang dalam kondisi penuh luka itu sempat bercerita,” ucapnya.

Selama ini, para tetangga memang mengenal Ipoh sebagai dermawan yang suka memberikan pinjaman uang kepada orang, terutama mereka yang membutuhkan. Namun, itu dilakukan saat suaminya masih hidup. Saat ini Ipoh hidup jauh dari kecukupan, bahkan untuk menambal genting rumahnya yang bocor saja keluarga tersebut tidak punya biaya.

Kondisi ini yang mendorong anaknya rela bekerja menjaga warnet dekat rumahnya. “Dulu ayah Raul memang dikenal kaya. Almarhum punya koperasi, dan suka meminjamkan uang. Tetapi sejak ayahnya meninggal, kehidupan ekonomi keluarga itu menjadi sangat sulit,” sambungnya. Sementara itu, koperasi yang diteruskan oleh Ipoh terus mengalami kemunduran sehingga akhirnya tutup. Sekarang keluarga ini hidup dalam serba kekurangan.

Menurut Jasran, 13, saksi lainnya, saat pertama kali ditemukan, keadaan Raul masih hidup. Namun tidak lama kemudian, korban mengembuskan napas terakhirnya sebelum sempat dibawa ke rumah sakit. “Saat ditemukan, korban (Raul) sedang bersujud di pelukan ibunya. Banyak darah sambil peluk ibunya,” sambungnya.

Ketika peristiwa tragis itu terjadi, Jasran mengakui situasi sekitar kompleks sangat sepi. Saat sedang melintas, dirinya mendengar suara rintihan orang meminta tolong dari dalam rumah Raul. “Saat itu saya sedang lewat depan rumah. Kok seperti ada suara rintihan orang minta tolong. Ternyata dari rumah Raul. Pas saya lihat ternyata ada banyak darah.

Saya langsung kasih tahu warga,” beber Jasran. Sementara itu, Kapolres Kota Tangerang Selatan AKBP Fadli Widiyanto mengatakan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan telah memeriksa tiga saksi di lokasi kejadian. “Dari olah TKP itu, kami menemukan satu bilah pisau dan obeng.

Benda tersebut diduga yang digunakan sebagai alat untuk membunuh korbannya,” ungkapnya. Korban tewas akibat luka tusuk di dada dan leher, sedangkan ibunya mengalami luka- luka sayatan benda tajam di bagian kepala belakang. Raul diduga tewas akibat kehabisan darah. Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku.

hasan kurniawan


Berita Lainnya...